Kang Dedi Mulyadi Sang Inisiator Institut Pancasila

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama Budayawan Sudjiwo Tedjo, dalam kesempatan perumusan Institut Pancasila di Bale Janaka, Rabu (11/1/2017).

Institut Pancasila Rumuskan Pancasila Sebagai Garda Kebudayaan

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Lima tokoh latar belakang berbeda berkumpul di Bale Janaka kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Rabu (11/1/2017). Mereka hendak merumuskan nilai-nilai Pancasila sebagai garda kebudayaan bangsa Indonesia.

Kelima tokoh itu yakni Budayawan Sudjiwo Tedjo, Akademisi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Prof Asep Muhtadi, Akademisi Universitas Paramadhina Dr Yudi Latif, Rohaniawan Romo Benny Susetyo dan Kolonel CZI Burlian Sjafei dari Sekolah Staff dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Selama ini Pancasila lebih dikenal dari aspek doktriner dan seolah terlepas dari akar kebudayaan bangsa Indonesia. Citra Pancasila yang hanya dikenal  sebagai nilai doktrin inilah, yang dicoba diubah oleh Institut Pancasila yang ternyata digagas oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Mereka hendak merumuskan nilai-nilai Pancasila sebagai garda kebudayaan bangsa Indonesia.

“Mulai hari ini, Pancasila harus difahami melalui pendekatan kebudayaan dan kearifan lokal. Kami di Purwakarta membutuhkan gagasan para beliau ini untuk merumuskan gagasan berpikir tentang arah dan nilai Pancasila dalam pengamalannya di Purwakarta yang kental dengan nilai kesundaan,” kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi selaku inisiator.

Dalam konteks kebijakan kepala daerah, Dedi mencontohkan program yang hari ini sedang ia garap yakni pembersihan Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur Purwakarta dari Keramba Jaring Apung melalui operasi Jatiluhur herang.

Program ini dilakukan dalam rangka maksimalisasi tata kelola energi listrik yang diproduksi oleh PLTA di waduk buatan terbesar di Indonesia itu.

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama Budayawan Sudjiwo Tedjo, dalam kesempatan perumusan Institut Pancasila di Bale Janaka, Rabu (11/1/2017).

“Langkah kecil ini berimplikasi besar terhadap lingkungan,” ujar Dedi.

Hal senada diungkapkan oleh Prof Yudi Latif. Pancasila tidak hanya cukup menjadi hafalan melainkan harus juga dijadikan laku hidup di seluruh tingkatan kehidupan anak bangsa baik pejabat sampai rakyat biasa.

“Ruh Pancasila itu harus menumbuhkan nilai kasih sayang bagi sesama manusia, menghargai setiap perbedaan yang ada di Indonesia. Komunitas adat di berbagai tempat konsisten menjalankan nilai ini sehingga lingkungan mereka terjaga. Dalam Pancasila itu terakomodir seluruh kepentingan bangsa Indonesia,” jelas penulis buku ‘Negara Paripurna : Historisitas, Rasionalitas, Aktualitas Pancasila’ itu.

Mereka hendak merumuskan nilai-nilai Pancasila sebagai garda kebudayaan bangsa Indonesia.

Institut Pancasila ini ke depan akan menyasar seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Purwakarta sampai tingkat Ketua Rukun Warga dan Rukun Tetangga.

Mereka bertugas menyebarkan nlai-nilai Pancasila sebagai Garda Kebudayaan kepada anggota masyarakat disekitarnya. Khusus untuk pegawai, kenaikan jenjang jabatan mereka akan ditentukan oleh sertifikasi pemahaman nilai Pancasila.

“Timnya kita buat, arahannya jelas tadi disampaikan Kang Dedi, untuk pegawai sampai ketua RT RW mereka harus mampu menginternalisasi secara personal juga menyebarkan nilai-nilai Pancasila ini,” ujar Prof Asep Muhtadi selaku Direktur Institut Pancasila.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY