KARAWANG, headlinejabar.com
Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang resmi melaksanakan rangkaian Wisuda ke-11, yang digelar selama dua hari dengan total empat sesi. Pada hari kedua pelaksanaan, Rektor UBP Karawang, Prof. Dr. Dedi Mulyadi, S.E., M.M., menyampaikan bahwa momen wisuda tahun ini menjadi penanda perjalanan penting UBP Karawang yang kini memasuki usia ke-11 tahun.
“Ini adalah wisuda yang ke-11 dari usia UBP yang juga 11 tahun. Hari ini sesi kedua dan total ada 898 wisudawan dari 12 program studi,” ujar Prof. Dedi saat ditemui di sela acara.
Kurikulum Magang 3 SKS: Modal Utama Memasuki Dunia Kerja
Dalam sambutannya, Prof. Dedi menekankan bahwa UBP Karawang menerapkan kurikulum yang berbeda untuk menyiapkan lulusan lebih siap bersaing.
Salah satu pembekalan utama adalah kewajiban magang satu semester (3 SKS) bagi seluruh mahasiswa.
“Tidak mungkin semua dibekali teori tanpa praktik. Maka magang di semester lima itu yang memperkenalkan mereka pada ekosistem dunia kerja,” jelasnya.
Dengan program ini, mahasiswa belajar langsung bagaimana sistem kerja berlangsung sesuai dengan bidang ilmunya, baik di perusahaan, instansi, maupun lembaga profesional lainnya.
Prof. Dedi menegaskan bahwa pengalaman magang tersebut memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai tantangan yang akan dihadapi setelah lulus.
“Lulusan S1 sering bertanya: di mana saya bekerja? seperti apa pekerjaannya? Nah, pengalaman magang memberi mereka bekal agar tidak lagi canggung ketika masuk dunia kerja.”
Dukungan Laboratorium Lengkap untuk Memperkuat Kompetensi
Selain magang, UBP Karawang juga memperkuat kompetensi mahasiswa melalui berbagai fasilitas laboratorium, mulai dari laboratorium terpadu, komputer, teknik mesin, teknik industri, farmasi, hingga laboratorium non-teknik seperti psikologi, manajemen, dan akuntansi.
Semua laboratorium tersebut dirancang untuk membangun pemahaman praktis mahasiswa terhadap sistem kerja yang sesungguhnya di lapangan.
“Kami ingin mahasiswa sudah siap mental dan siap kompetensi sebelum mereka memasuki dunia industri,” ujarnya.
12 Wisudawan Terbaik, Dipilih Berdasarkan Prestasi dan Ketepatan Studi
Tahun ini, UBP Karawang menetapkan 12 wisudawan terbaik, masing-masing mewakili setiap program studi.
Pemilihannya tidak hanya berdasarkan nilai akademik, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain seperti ketepatan waktu kelulusan, aktivitas organisasi, partisipasi dalam kegiatan kampus, hingga prestasi kompetisi dan penelitian.
“Walaupun nilainya sama, belum tentu dua-duanya jadi terbaik. Kami melihat keaktifan, prestasi, dan kontribusi selama menjadi mahasiswa,” tutur Prof. Dedi.
Pesan Rektor: Jangan Berhenti Belajar, Kuasai AI
Di akhir wawancara, Prof. Dedi memberikan pesan penting bagi seluruh alumni agar tidak cepat puas dengan selembar ijazah.
Ia menekankan bahwa tantangan dunia kerja kini semakin besar dengan hadirnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Fakta di lapangan yang utama sekarang adalah AI. Maka saya berharap alumni tidak puas dengan ijazah. Ikuti kursus, pelatihan, kegiatan apa pun yang relevan. AI tidak bisa kita tinggalkan,” tegasnya.
Dengan bekal kurikulum magang, fasilitas laboratorium lengkap, serta dorongan untuk terus beradaptasi dengan teknologi baru, UBP Karawang berharap lulusan wisuda ke-11 dapat menjadi generasi unggul yang mampu bersaing di dunia kerja nasional maupun global.





