PURWAKARTA, headlinejabar.com
Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada November 2023, PLTS Terapung Cirata 192 MWp tidak hanya berdiri sebagai mercusuar energi terbarukan terbesar di Asia Tenggara, tetapi juga sebagai pusat penggerak kesejahteraan masyarakat.
Melalui PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE)—perusahaan joint venture antara PT PLN Nusantara Renewables dan Masdar (UAE)—komitmen terhadap energi bersih dijalankan selaras dengan penguatan modal sosial melalui strategi Lima Pilar CSR.
PT PMSE mengintegrasikan Creating Shared Value (CSV) ke dalam setiap lini operasinya, memastikan bahwa kehadiran proyek strategis nasional ini memberikan dampak nyata yang berkelanjutan hingga 25 tahun ke depan.

Pendidikan dan Pemberdayaan: Investasi Masa Depan
Pilar PMSE Education dan PMSE Empowerment menjadi fondasi utama dalam menciptakan kemandirian masyarakat. Melalui program “PMSE Goes to School”, perusahaan secara konsisten memperkenalkan teknologi energi hijau kepada generasi muda.
Baru-baru ini, pada Bulan April lalu, PT PMSE menyambut kunjungan 117 siswa dan guru dari SDK Gamaliel Bandung.
Para siswa diajak melihat langsung bagaimana sinar matahari dikonversi menjadi listrik, sebuah pendekatan edukasi sederhana untuk menumbuhkan minat pada sektor energi bersih sejak dini.
Di sisi ekonomi, PMSE telah melatih 61 warga lokal dalam Training For Operation and Maintenance untuk diserap sebagai tenaga kerja ahli. Selain itu, pilar pemberdayaan juga menyentuh kelompok difabel.
Salah satunya adalah Kang Aweng, yang berkesempatan memamerkan kerajinan tangan hasil pelatihannya saat mengunjungi kantor PMSE pada awal tahun 2026 lalu.

Infrastruktur dan Kesejahteraan: Membangun Martabat Warga
Keberhasilan program PMSE Infrastructure terlihat jelas pada renovasi SD Negeri 3 Cisauheun. Dampaknya sangat signifikan bagi pendidikan lokal.
“Dari yang awalnya hanya 17 murid yang mendaftar di kelas 1, sekarang menjadi 32 orang setelah adanya renovasi ini,” ungkap Lilies, Kepala Sekolah SDN 3 Cisauheun.
Sementara itu, pilar PMSE Well-being hadir secara personal melalui aksi sosial rutin. Pada agenda Safari Ramadhan pada bulan Maret 2026 lalu, PT PMSE mendistribusikan bantuan sembako dan menggelar buka puasa bersama anak yatim, memperkuat jalinan solidaritas antara perusahaan dan warga desa sekitar.
Lingkungan: Menjaga Ekosistem Cirata
Melalui PMSE Environment, perusahaan berfokus pada pelestarian alam dan pemenuhan kebutuhan dasar. Selain program reforestasi yang rutin dilakukan, PMSE telah membangun Sarana Air Bersih (SAB) berupa sumur bor di wilayah Desa Ciroyom, Purwakarta.
Inisiatif ini merupakan langkah nyata dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) PBB terkait air bersih dan sanitasi.

Apresiasi dan Pengakuan Internasional
Implementasi strategi ESG yang kuat telah mengantarkan PT PMSE meraih berbagai penghargaan bergengsi, di antaranya, Penghargaan Subroto 2025 (Emas) dari Kementerian ESDM, EBTKE Renewable Energy Appreciation 2025 (Emas), Dharma Karya Utama Award 2024, Raksa Prasada Winner Empowerment Program 2024 dari Gubernur Jawa Barat dan Enlit Asia Award 2023.
“Lima Pilar CSR ini adalah janji kami bahwa energi terbarukan bukan hanya tentang teknologi, tapi tentang kebermanfaatan bagi manusia dan lingkungan. Kami ingin setiap megawatt yang dihasilkan dari Cirata, berbanding lurus dengan senyum dan kemandirian warga sekitar,” pungkas Dimas Kaharudin Indra Rupawan, Direktur Utama PT PMSE.
Sekilas Tentang PT PMSE:
PT Pembangkitan Jawa Bali Masdar Solar Energi (PMSE) adalah perusahaan pengembang energi terbarukan yang mengelola PLTS Terapung Cirata 192 MWp.
Sebagai perusahaan patungan antara PT PLN Nusantara Renewables (Anak usaha PLN Nusantara Power) dan Masdar (UAE), PMSE berkomitmen memimpin transisi energi di Indonesia melalui inovasi berkelanjutan dan kepatuhan terhadap prinsip ESG.





