Kang Dedi Menyapa Yatim Bekasi : “Jangan Pernah Berkecil Hati”
BEKASI, headlinejabar.com
Banyak keutamaan yang seyogianya menjadi keharusan untuk dilakukan setiam muslim yang beriman di bulan suci Ramadan ini. Kendati Ramadan adalah bulan istimewa, bukan saja aktivitas ritual peribadatan vertikal yang mesti dimaksimalkan. Pun sama utamanya, ibadah dengan dan terhadap sesama manusia (hablu minannas, red) turut mesti maksimal.
Jika melihat pada momentum yang dimaksimalkan oleh seorang politikus kawakan, yang cukup dikenal dekat dengan rakyatnya. Dedi Mulyadi. Selama menjabat sebagai Bupati Purwakarta dua kali periode, amanat jabatan baru kini diembannya.
Kini ia juga didaulat jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Jawa Barat. Semakin tinggi letak sebuah pucuk pimpinan, tentu beban tanggung jawab turut menyertai, tak kalah besar.
Bulan suci Ramadan dijadikan Kang Dedi, sapaan akrabnya untuk berbagi harapan dan kebahagiaan dengan anak-anak yatim di Desa Sukaresmi Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/6/2016).
Bukan sekedar Ramadan Toleran rupanya yang berupaya ia tularkan melalui faham-faham keshalihan sosial kepada masyarakat. Kang Dedi mengusung faham toleransi sebagai sikap universal untuk saling menghargai sesama manusia yang memang memiliki haknya masing-masing.
Foto : Ketua DPD Golkar Jawa Barat yang juga merupakan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi berdoa sambil menangis berdampingan dengan seorang anak yatim dalam salah satu kesempatan acara berbagi harapan dan kebahagiaan dengan anak-anak yatim di Desa Sukaresmi Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (14/6/2016).(Redaksi)
Lantas, bagaimana pemandangan dalam acara silaturahmi dengan pengurus Golkar Kabupaten Bekasi itu. Dedi Mulyadi terlihat akrab dalam sebuah acara yang juga turut dihadiri oleh Bupati Bekasi Neneng Yasin. Dedi turut memberikan santunan kepada seluruh anak yatim yang hadir dan pembagian sembako untuk masyarakat kurang mampu.
Dalam tausiah sebelum acara berbuka puasa, Kang Dedi memberikan motivasi kepada anak yatim agar tabah dalam menjalani kehidupan. Menurut dia semangat perjuangan hidup sangat dibutuhkan untuk kelak mencapai kesuksesan di masa depan.
“Jangan pernah berkecil hati, contohlah Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang terlahir dalam keadaan yatim. Beliau tetap semangat bahkan sempat jadi pengusaha ketika menginjak dewasa,” kata Dedi.
Dedi mengingatkan mentalitas yang jelek akan mengakibatkan sifat konsumerisme berkembang tanpa bisa terkendali sehingga untuk mendegradasi mental tersebut dibutuhkan juga gerakan untuk menjadi entrepreneur seperti Nabi Muhammad.
“Rasulullah itu menjual, bukan membeli. Kita hari ini lebih banyak memposisikan diri sebagai konsumen dibanding produsen. Anak muda lebih memilih membeli motor daripada beternak domba untuk dijual. Generasi muda harus menjadi generasi produktif,” pesan Dedi.
Terakhir, Kang Dedi mengimbau agar momentum Ramadan dimanfaatkan secara penuh untuk melakukan evaluasi diri dan keadaan. Lagi-lagi konsumerisme menjadi sorotan pria yang tidak pernah lepas mengenakan ikat Sunda ini.
“Selama ini yang dipikirkan itu adalah menu sahur, menu berbuka, lebaran pakai baju baru dan hal yang bersifat konsumtif. Jika ini terus dibiarkan, maka kita tidak akan mendapatkan apa-apa dari puasa kita,” pungkas Dedi.(*)
Editor : Dicky Zulkifly


