Swamitra Koperasi Sukabumi Fokus di Pendidikan dan UKM

Foto : Manager Swamitra Koperasi Sukabumi, Ipan M. Hanipan (tengah) bersama rekan-rekan seperjuangannya memfokuskan usahanya pada dunia pendidikan dan pengembangan UKM 

SUKABUMIheadlinejabar.com

Fokus usaha dan kegiatan Swamitra Koperasi Sukabumi diarahkan untuk memajukan pendidikan dan upaya pengembangan UKM. Untuk mewujudkan hal tersebut, Swamitra Koperasi menggandeng mitra strategis yang dapat diandalkan yakni Yayasan Pasim Al-Fath untuk fokus pendidikan dan Bank Bukopin untuk pengembangan simpan pinjam pelaku UKM.

“Di sektor pendidikan, kami mengembangkan simpanan berjangka untuk para siswa dan mahasiswa yang menuntut ilmu di lembaga pendidikan yang bernaung di bawah Yayasan Pasim,” kata Manager Swamitra Koperasi Sukabumi Study Centre, Ipan M. Hanipan kepada headlinejabar, baru-baru ini.

Simpanan berjangka itu dijalankan di bawah bendera  program BWB2 (Beasiswa Wirausaha Back to Back). Para peserta program dapat menikmati berbagai kemudahan antara lain dibebaskan dari  biaya DSP, SPP, dan praktikum selama sekolah atau kuliah.

Prosedurnya, para siswa menyetorkan sejumlah uang sebagai simpanan berjangka. Besarnya simpanan berjangka adalah Rp17 juta bagi siswa SMP IT Pasim dan SMK IT Pasim,  Rp25 juta untuk mahasiswa STIE Pasim, dan Rp30 juta untuk mahasiswa STIMIK Pasim.

“Ini program yang slaing menguntungkan. Setelah sekolah atau kuliahnya selesai, simpanan tersebut akan dikembalikan dalam jumlah utuh 100 persen, tanpa potongan,” jelas Ipan.

Adapun koperasi simpan pinjam yang dikelola Ipan dan rekan-rekannya memberikan fasilitas pinjaman yang besarnya Rp1 juta hingga Rp150 juta. Koperasi ini boleh dikatakan baru lahir, namun nasabahnya sudah mencapai sekitar 500 orang yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, pelaku UKM, dan masyarakat umum.

“Dalam pengembangan koperasi, kami bekerja sama dengan Bank Bukopin. Salah satu bentuk pelayanan kami adalah sistem jemput bola. Kami mengirimkan petugas ke rumah nasabah yang menghubungi kami via sms atau telepon dan membutuhkan pelayanan dari kami,” ujar Ipan.(rir/dzi)