Korban Dugaan Pelecehan di Cipeundeuy Bandung Barat Siap Lapor Polisi

Ilustrasi.

BANDUNG BARAT, headlinejabar.com

Korban dugaan pelecehan seksual atau pencabulan yang diduga dilakukan oknum berlatarbelakang tokoh agama
di Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, siap melakukan laporan kepolisian dan memberikan keterangan kepada aparat desa atau pihak manapun jika betul-betul diperlukan.

Korban hanya ingin praktik semacam ini bisa dihentikan, dan tidak memakan banyak korban lagi. Terduga pelaku sendiri mengaku memiliki ilmu spiritual.

“Saya mau datang dan memberikan keterangan bahwa kejadian yang menimpa saya betul-betul terjadi, asalkan disaksikan oleh aparat desa atau polisi. Kejadianya sekitar satu tahun lalu. Dan tiap melakukannya dia (pelaku) dilakukan di rumahnya yang satu lagi, karena rumah itu kosong. Rumahnya kan ada dua. Rumah itu memang kusus untuk dia menerima tamu,” ujar wanita 32 tahun itu, Kamis (16/12/2021).

Korban mengaku jika saat itu memang sedang ditimpa masalah hidup. Dia datang ke kediaman terduga pelaku itu dengan maksud ingin mendapat solusi. Namun ‘sang ahli spiritual’ ini malah memberikan perhatian yang berlebihan terhadap dirinya, miski sudah tahu kalau dirinya memiliki suami.

“Saya dirayu, entah pengaruh apa, akhirnya saya mau saja dilecehkan. Menjijikan sekali kalau saya ingat. Saya baru sadar beberapa bulan kemudian, setelah masalah saya ternyata malah bertambah rumit,” tutur wanita yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sambil menangis, korban menceritakan jika dirinya mengetahui betul bahwa banyak pasien wanita yang datang kepada terduga pelaku. Bahkan, dari beberapa wanita itu ada yang sampai mencintai terduga pelaku tersebut tanpa alasan yang jelas.

Namun demikian, terlepas dari masalah itu, dia hanya berharap masyarakat tidak tinggal diam. Dia meyakini betul jika praktik spiritual yang dilakukan ‘orang pintar’ ini palsu.

“Jika betul dia itu seorang ustad dan memiki kemampuan spiritual yang berlandaskan agama tidak mungkin sampai melakukan perzinahan. Apalagi terhadap wanita bersuami. Saya hanya gak mau ada korban lagi seperti saya,” ucap dia.

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cipeundeuy Iptu Tedi Jaya melalui Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Ipda Supriadi SPd mengatakan, meski korban belum melakukan laporan kepolisian, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

“Informasi yang kami terima, korban mau melakukan pertemuan dulu, dengan RT RW setempat dan hasilnya akan disampaikan ke Polsek Cipeundeuy,” kata Iptu Tedi Jaya melalui sambungan telepon.

Meski begitu, Polsek Cipeundeuy sudah mengantongi identitas terduga pelaku pelecehan seksual yang diketahui berlatarbelakang tokoh agama setempat.

“Untuk sementara kami sudah mengantongi identitas terduga pelakunya. Salah satunya nama terduga pelaku. Intinya kami menunggu laporan dari pihak korban dan kalau sudah A1 baru akan kita tangani,” ujar Iptu Tedi Jaya.

Terkait permasalahan ini, Polsek Cipeundeuy sebetulnya sering melakukan pemantauan dan pengawan terkait operasional kegiatan praktik pengobatan tradisional termasuk yang boleh disebut bernuansa keagamaan.

“Kita selalu pantau operasional kegiatan pengobatan semacam ini,” katanya.(dik)

Dengan mempertimbangkan citra baik kehidupan korban dan ketaatan terhadap Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi headlinejabar.com tidak bisa membuka identitas korban. Kami juga masih menunggu keterangan hak jawab dari pihak terduga pelaku.