Pembangunan Apartemen Rakyat Rancacili Sedot Rp50,3 Miliar APBD Kota Bandung

Foto : Walikota Bandung Ridwan Kamil menghadiri Groundbreaking Pembangunan Apartemen Rakyat Rancacili Blok V.(Aga Gustiana – headlinejabar.com)

BANDUNG, headlinejabar.com

Salah satu implementasi kebijakan Pemerintahan Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, salah satunya membangun perumahan dan pemukiman. Pengembangan perumahan secara vertikal berupa Apartemen Rakyat untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Pemkot Bandung telah memprioritaskan lebih kurang 13 lokasi untuk pembangunan hunian vertikal atau rumah susun sebagai solusi untuk penanganan kawasan kumuh dan pemenuhan hunian layak dan terjangkau bagi MBR, yang diutamakan dibangun di atas lahan Pemkot.

Walikota Bandung Ridwan Kamil menghadiri Groundbreaking Pembangunan Apartemen Rakyat Rancacili Blok V. Pembangunan Apartemen Rakyat dengan luas lahan 3.400 meter persegi itu terdiri dari 9 lantai dan 278 unit yang anggarannya bersumber dari APBD Kota Bandung senilai Rp50,3 miliar. Apartemen Rakyat tersebut ditargetkan mampu menampung warga hingga 1200 jiwa.

Baca Juga  Gubernur Aher Nyatakan Izin KA Cepat Tercepat dalam Sejarah

“Pembangunan rusun ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Bandung,” ujar Ridwan Kamil di sela groundbreaking di Jalan Karet Kelurahan Derwati Kecamatan Rancasari, Senin (25/7/2016).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula jajaran DPRD Kota Bandung dan Kepala Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip), Maryun Sastrakusumah. Dalam sambutannya, Maryun menuturkan latar belakang kegiatan pembangunan ini adalah pemenuhan kebutuhan rumah yang layak bagi masyarakat.

Baca Juga  Dianggap Slow Respon, BPN Purwakarta Undang Dirut PT Pelangi Bunga Lestari

Maryun menjelaskan bahwa saat ini Kota Bandung memiliki 3 rusun yang berlokasi di Sadang Serang, Cingised, dan Rancacili. “Pembangunan apartemen rakyat di 13 lokasi ini akan dilakukan secara bertahap dimana tahap pertama dimulai tahun ini,” jelas Maryun.

Pada kesempatan tersebut Ridwan Kamil menyatakan, “Sebenarnya salah satu PR (Pekerjaan Rumah-red) Indonesia saat ini adalah menyediakan hunian layak. Hal ini tentu tidak mudah dan membutuhkan dana besar,” tuturnya.

Baca Juga  Program Tenaga Kerja Mandiri Diprioritaskan Warga Usia Produktif

Menurut Ridwan, menyediakan hunian layak bagi masyarakat menengah atas dapat dipenuhi oleh pihak swasta namun menyediakan hunian layak bagi masyarakat menengah bawah merupakan tugas negara.

Ridwan juga menuturkan bahwa apartemen rakyat ini dapat menjadi tempat strategis mengatasi kekumuhan. “Saya sangat mengapresiasi kerja keras pihak yang terlibat, semoga kita dapat menjadi percontohan,” ungkapnya.

Usai meresmikan groundbreaking tersebut, Ridwan lantas meninjau beberapa titik lokasi pembangunan. Ia juga menitipkan kepada konsultan perencana dan tim kontraktor untuk memerhatikan kualitas dan mengoptimalkan fungsi-fungsi setiap ruangan.(*)

Editor : Dicky Zulkifly