Terkait Penistaan Agaman, MUI Panggil Ketua PGRI Kota Sukabumi

Foto : Ketua PGRI Kota Sukabumi Dudung Nurullah Koswara. Cuitannya di FB Soal Agama membuat geger nitizen, hingga dipanggil MUI Kota Sukabumi.

SUKABUMi, headlinejabar.com

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, memanggil Ketua PGRI setempat, Dudung Nurullah Koswara terkait dugaan penistaan agama melalui tulisan di akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu.

“Pemanggilan Ketua PGRI Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara untuk mengklarifikasi terkait statusnya di facebook yang menyerempet terhadap penodaan dan pelecehan akidah soal agama,” ujar Ketua MUI Kota Sukabumi, Dedi Ismatullah, usai mendengarkan klarifikasi dari Ketua PGRI Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara di MUI Kota Sukabumi, baru-baru ini.

Dedi mengatakan, dalam tulisan diakun fecabooknya tersebut, Dudung mengatakan kalau Nabi Muhammad SAW itu kepo. Di mana kepo itu merupakan sifat  manusia yang jelek yang selalu ingin tahu urusan orang lain. Padahal, nabi Muhammad SAW tidak seperti itu.

“Yang lebih fatal, selain mengatakan Nabi Muhammad kepo, di (Dudung) juga mengubah rukun Islam, dari yang seharusnya syahadat yang pertama, kemudian salat yang kedua dirubah menjadi sehat yang pertama, kemudian syahadat, dan salat yang ketiga. Tentu ini hal yang salah,” ucapnya.

Namun kata Dedi, hasil dari pemanggilan tersebut, Dudung mengakui kesalahannya. Bahkan dia siap meminta maaf dan mengklarifikasinya melalui media sosial. Apalagi menurutnya, Dudung tidak bermaksud melecehkan. “Sudah clear. Dia sudah istigfar dan meminta maaf,” ungkapnya.

Dedi menambahkan MUI Kota Sukabumi tidak akan melaporkan Dudung ke pihak kepolisian. Sebab Dudung sudah merubah pola pikirnya terkait rukun Islam. “Ketika orang sudah meminta maaf kami anggap sudah clear. Jadi kami tidak akan melanjutkan ke ranah hukum. Paling, kami akan memantau dan mengajari dia terkait pemahaman agama bersama MUI,” terangnya.

Ketua PGRI Kota Sukabumi, Dudung Nurullah Koswara mengakui atas kesalahannya terkait cuitan di facebooknya tersebut. Sebab, dirinya menggabungkan ilmu agama dengan ilmu budaya dan sejarah yang difahaminya. “Saya fahamnya ilmu budaya dan sejarah. Agama baru belajar. Saya memohon maaf karena sedang belajar,” paparnya.

Oleh karena itu, ke depannya dia akan lebih berhati-hati ketika menyampaikan edukasi dengan agama. Sebab, dirinya belum kuat dalam pemahaman agama. 

“Ke depan, dalam edukasi publik khususnya di media sosial saya akan lebih ke budaya, tidak menyinggung persoalan agama. Terima kasih kepada MUI Kota Sukabumi yang membuka pintu untuk mengajarkan saya tentang agama. Selain itu, statmen saya di facebook itu tidak ada kaitannya dengan PGRI. Hal itu atas pribadi saya yang sedang belajar agama,” pungkasnya.

Reporter : Riri Satiri

Editor : Dicky Zulkifly