Tak Mau Jatuh Korban Lagi, Dinkes Purwakarta Mulai Perangi DBD

Foto : Petugas Serbu Fogging Dinkes Purwakarta saat memfogging salah satu sekolah di Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat

Gerilya Fogging Sebar Ratusan Kg Obat Abate

PURWAKARTA, headlinejabar.com
Tidak mau lagi jatuh korban jiwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta nyatakan perang dengan DBD. Pernyataan Dinkes tersebut diaplikasikan dengan melakukan fogging (penyemprotan) dan penyebaran 200 Kg obat Abate yang disebar ke semua Puskesmas se-Purwakarta.

Memulai penyemprotan, Dinkes melakukan penyemprotan ke sekolah-sekolah dan rumah warga, tercatat 9 titik di Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat di antaranya Desa ā€ˇSukajaya dan Desa Sukatani.

Sekertaris Dinas Kesehatan Purwakarta, Didi Suardi menegaskan tak mau lagi kecolongan dengan adanya jatuh korban jiwa karena menderita DBD. Dinkes sejauh ini menyiapkan satu tim serbu fogging, terdiri dari 6 personil dengan empat mesin semprot sebagai tim serbu.

“Kami sudah lakukan berbagai langkah antisipasi, pencegahan dan sosialisasi langsung ke masyarakat agar kedepan tak ada lagi korban,” ujar Didi, Rabu (3/2/2016).

Penyaluran obat abate sendiri dilaksanakan melalui Puskesmas. Masing-masing Puskesmas menerima 10 Kg obat yang nantinya diberikan kepada masyarakat.

“Obat abate ini gratis, Fooging juga gratis, nah jika ada warga yang dipungut biaya ketika diberikan obat dan fogging silahkan laporkan kepada saya dan akan saya tindak tegas hingga pemecatan jika hal itu terbukti,” tegas dia.

Selain melakukan fogging dan pemberian obat abate, Dinkes Purwakarta juga menyalurkan surat edaran ke seluruh rumah sakit untuk tidak menolak jika ada warga sakit yang ingin berobat baik berobat inap maupun berobat jalan.

Foto : Tim serbu fogging, terdiri dari 6 personil dengan empat mesin semprot sebagai tim serbu.

“Jangan ada lagi warga yang ditolak masuk rumah sakit, kalau ada kami akan menindak rumah sakit tersebut,” lanjut Didi.

Camat Sukatani Panji Sarijaman mengakui jika di wilayahnya terdapat warga yang terjangkit DBD dengan satu di antaranya Juju (27) warga desa Sukajaya meninggal dunia.

“Ya benar terdapat warga kami yang terjangkit DBD dan kini dalam penanganan medis di beberapa rumah sakit swasta dan rumah sakit daerah, untuk itu kami melakukan fogGing dan penyaluran obat pembunuh jentik nyamuk DBD yang didapat dari Dinkes,” ujarnya.

Foto : Dinkes Purwakarta giatkan fogging. Tidak mau lagi jatuh korban jiwa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purwakarta nyatakan perang dengan DBD. Pernyataan Dinkes tersebut diaplikasikan dengan melakukan fogging (penyemprotan) dan penyebaran 200 Kg obat Abate yang disebar ke semua Puskesmas se-Purwakarta

Hingga berita ini diterbitkan, tercatat 7 orang warga Purwakarta meninggal dunia yang diduga akibat menderita sakit DBD.(ays)