Dua Warga Sukabumi Jadi Korban Tragedi Pulo Mas Jakarta

Foto : Ilustrasi.ISTIMEWA

SUKABUMI, headlinejabar.com

Emi (41) dan Nursanti (22), dua orang warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, selamat dari perampokan dan pembunuhan sadis di rumah majikannya Dodi Priyono di Pulo Mas Jakarta Timur, Selasa (27/12/2016) lalu. 

Kedua orang ibu dan anak ini dikabarkan selamat dari maut setelah mendapat penyiksaan para perampok sadis di rumah majikannya.

Mereka berdua merupakan warga Kampung Cipongkok RT 10 RW 04, Desa Tegallega, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Sukabumi yang dikabarkan menjadi korban perampokan dan pembunuhan sadis dari 11 orang  dikabarkan menjadi korban dan lima diantaranya tewas.

Baca Juga  Kasus Suap Reklamasi, KPK Periksa Sekretaris DPRD DKI

“Kami mendapat kabar dari berita televisi, Nursanti beserta ibunya Emi di antaranya menjadi korban perampokan sadis,” jelas Ipa (38) salah seorang tetangga dan teman dekat korban, Rabu (28/12/2016).

Warga sontak kaget mendapat kabar tersebut, langsung mendatangi rumah Emi dan Nursanti untuk memberi kabar di rumahnya.

“Bahkan salah satu dari kami langsung menelpon Emi dan anaknya melalui seluler, namun tak ada jawaban meski ditelpon berkali kali,” ucapnya.

Baca Juga  Hadapi Tantangan, Bos Baru BPJamsostek Siapkan Program Prioritas

Lanjut Ipa, ia mendapat kabar dari salah seorang kerabat di Jakarta dan membenarkan Emi dan Nursanti merupakan korban perampokan tersebut.

Mendapat berita tersebut, suami korban bersama Kepala desa bergegas langsung pergi ke Jakarta untuk mengetahui langsung keadaan istri dan anaknya itu. 

“Kabar terakhir, kami mendengar Nursanti dan Emi selamat meski mendapat luka serius,” ungkapnya.

Baca Juga  Mendadak Kunjungi Ruang Wartawan, Presiden Bicara Seputar KPK

Kini Emi beserta anaknya berada dalam perawatan Intensif rumah sakit Kartika Jakarta. Informasi yang diterima, Emi mengalami luka pendaharan pada telinga, hidung dan memar pada bagian dada.

Sedangkan Nursanti sempat pingsan, sekujur tubuhnya dipenuhi luka lebam akibat pukulan benda tumpul.

Reporter : Riri Satiri

Editor : Dicky Zulkifly