Nasional

Presiden Berharap Tak Ada Aksi Susulan

×

Presiden Berharap Tak Ada Aksi Susulan

Sebarkan artikel ini

Foto : Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat (11/11/2016).

DEPOK, headlinejabar.com

Kunjungan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ke Markas Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, dalam rangka memberi apresiasi atas pengamanan unjuk rasa 4 November lalu. Dalam arahannya Jokowi menyakini Brimob mampu menjadi pelopor persatuan dan penjaga kebhinekaan.

“Jalinlah komunikasi dengan seluruh anak bangsa. Ajak mereka untuk mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan, semangat menjadikan Indonesia menjadi Indonesia yang damai, Indonesia yang tertib, Indonesia yang bersatu,” demikian arahan Jokowi didepan ribuan personel Korps Brimob Kelapa Dua Depok, Jumat (11/11/2016).

Baca Juga  May Day, Kapolda Metro Jaya : Polisi Siaga Satu

Ketika di tanya awak media terkait kemungkinan akan ada aksi serupa pada 25 November mendatang. Jokowi berharap agar tidak ada demo-demo lagi. Sebab proses hukum sudah berjalan.

“Dirinya mengajak masyarakat untuk bersabar dan menghargai proses hukum yang sedang dijalankan Polri,” harapnya.

Jokowi menuturkan, sebagai bangsa yang besar kita akan mundur jauh kebelakang kalau energi dihabiskan untuk pertentangan suku, agama, ras dan golongan. Kita ingin Indonesia menjadi contoh terbaik bagi dunia dalam mengelola berbagai keberagaman, dimana kemajemukan justru mejadi kekuatan bangsa kita untuk maju.

Baca Juga  Apresiasi Peran Jurnalistik, BPJamsostek Kembali Gelar Lomba Tulis Berhadiah Total Rp90 Juta

“Kalau kita habiskan energi untuk pertentangan, kita akan mundur kebelakang,” tuturnya.

Kadiv Humas Polri, Irjen. Boy Rafli Amar mengatakan jika terjadi aksi demo susulan, pihaknya kembali kepada tugas-tugas Kepolisian yakni melakukan pengamanan. Sejauh ini nanti kita melihat perkembangannya. Yang jelas, pola-pola pengamanan kita lebih mengedepankan tindakan persuasif, dan preventif.

“Yang pasti kita menghindari hal-hal yang bisa berpotensi memicu konflik horizontal. Kalau mau menyampaikan aspirasi, boleh saja. Tetapi mari kita sama-sama untuk tidak melanggar hukum,” kata Boy Rafli.

Baca Juga  Usai Menasihati, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Lantas Kasih Rp10 Juta untuk Ibu Penyiksa Anak Ini

Reporter : Yopi Setyabudi
Editor : Dicky Zulkifly