Suherman Saleh Ketum AKP2I 2020-2025

Foto : Suherman Saleh Ketum AKP2I 2020-2025

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Mantan Kepala Kanwil Pajak Sumatera Barat dan Jambi, Suherman Saleh terpilih kembali secara aklamasi menjadi ketua umum dalam kongres ke-I Asosiasi Konsultan Pajak Publik Indonesia (AKP2I) di Purwakarta, Minggu (16/2/2020).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Muttaqien Purwakarta mengatakan, terpilihnya dia menjadi ketua umum AKP2I berdasarkan penilaian pengurus dari berbagai daerah yang menginginkan dirinya kembali memimpin AKP2I.

“Berdasarkan evaluasi penilaian dari seluruh anggota saya dan seluruh pertanggung jawaban diterima dengan baik. Maka saya diminta kembali untuk memimpin AKP2I,” ujar Suherman Saleh.

Suherman menjelaskan, peran konsultan pajak khususnya AKP2I sangatlah penting bagi warga negara Indonesia wajib pajak.

“Apa itu wajib pajak?, wajib pajak adalah manusia atau badan yang telah memenuhi persyaratan subjek atau objek sehingga dia wajib bayar pajak,” kata Uda Herman, sapaan populer ketua umum AKP2I.

Setelah kembali terpilih mejadi ketua umum AKP2I, ada beberapa target kepemimpinam yang ingin dia capai selama lima tahun kedepan.

Pertama, meningkatkan kualitas ilmu dan penguasaan Undang-undang (UU) peraturan perpajakan bagi anggota AKP2I. Kedua, meningkatkan kualitas pelayanan, terhadap wajib pajak yang di bantu.

Maupun kualitas bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Ketiga, Mengembangkan kepengurusan ke seluruh Indonesia. Ke empat, memberikan edukasi secara maksimal kepada wajib pajak, agar memehamai, mematuhi dan melaksanakan UU Perpajakan beserta peraturannya.

Sehingga, secara otomatis penerima negara akan meningkat. Lima, menyelengarakan Brevet A,B,C, untuk para mahasiswa. Maupun para pegawai yang berminat untuk mengembangkan diri di bidang perpajakan.

“Per-tahun AKP2I membantu wajib pajak sebanyak 1000 orang, perorang yang kami bantu perpajakannya rata-rata sebanyak Rp8 miliar. Jika kami kalkulasikan AKP2I membantu keuangan negara pertahun sekitar Rp8 triliun,” pungkasnya.(dik)