Wildan Meninggal Tertabrak Kereta saat Pulang Sekolah

Saeful Wildan Ramdhani Terkujur Tak Berdaya di RSUD Bayu Asih akibat Luka Parah di Kepala

PURWAKARTA, HeadlineJabar.com
Saeful Wildan Ramdhani (16), siswa kelas X MA Al-Mutohar ini meninggal dunia akibat tertabrak kereta api saat pulang sekolah, Jumat (28/8/2015) pagi tadi.

Wildan diketahui biasa pulang sekolah dengan berjalan kaki lewat rel kereta untuk cepat sampai ke rumahnya di Desa Cibogo Girang, Kecamatan Plered. Namun, musibah besar menimpanya pada pagi kemarin. Perjalanan itu mengantarkan Wildan pulang ke rahmatullah.

Wildan meninggal dunia sesaat perjalanan menuju RSUD Bayu Asih. Pelajar ini diyakini mengalami luka parah di bagian kepala, patah tulang dan terlalu banyak mengeluarkan darah. 

Peristiwa memilikan ini terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Korban tertabrak kereta api yang melintas dari arah Jakarta menuju Bandung. Waktu itu korban tengah berjalan sendirian menelusuri rel kereta. Korban diduga tidak menyadari ada kereta api melintas. 

“Dari kejauhan kami sudah memperingatkan agar anak itu minggir. Mungkin dia tidak mendengar hingga akhirnya dia tertabrak. Saya melihat betul korban terseret 20 meter dan terpental,” kata Iwan (38), saksi kejadian yang merupakan warga setempat. 

Setelah kereta melintas Iwan dan warga lainya kemudian berlarian menuju lokasi kejadian. Korban yang akrab dipanggil Wildan ini sudah terkapar bersimbah darah. Buku belajar korban pun berserakan keluar dari dalam tasnya. 

“Saat kami tolong korban masih bernyawa, meskipun tidak sadarkan diri. Ya, kepalanya luka cukup serus sekali. Dia kami bawa ke klinik. Tapi pihak kelinik angkat tangan dan diarikan ke RSUD Bayu Asih,” tambah Wawan.

Mendengar kabar ada siswa yang tertabrak kereta api guru MA Al-Mutohar kemudian menyusul dan memberitahu keluarganya. Gani (25) kerabat korban, Wildan meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Sore kemarin, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.

“Kata dokter selain kehabisan darah, luka dari kepalanya cukup serius. Kepalanya pecah akibat terbentur benda keras,” tutup Gani.(dzi)