Siswi Kelas 3 SDIT Cendekia Purwakarta ini Tahfidz Quran Juzz 30

Foto : Wirda Kania Tsabitha saat mengikuti Ujian Tahfidz Quran di Masjid SMK Farmasi Yayasan Yasri

PURWAKARTAheadlinejabar.com

Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Cendekia menggelar Ujian Tahfidz Quran Juzz 30 bagi siswi berprestasi Wirda Kania Tsabitha di Masjid SMK Farmasi, Jumat (26/2/2016). Kania merupakan satu-satunya siswi kelas 3 A yang mampu menghafal Quran Juzz 30 mengalahkan siswa siswi senior di atasnya.

Atas prestasinya ini, Kania dihadiahi beasiswa selama dua semester dari Yayasan Pembina Sumber Daya Insani (Yasri) nanti saan naik di kelas 4. Dalam mengikuti materi ujian, Kania berhasil melafalkan Quran Juzz 30 dengan materi baca surat dan sambung ayat. Bahkan, dari segi pembacaan Kania cukup melafal ayat-ayat Quran Juzz 30.

“Kami bangga dengan anak tersebut, meski baru duduk di bangku kelas 3 A, Kania sudah menghafal 30 juzz. Biasanya, untuk anak seusia Kania belum bisa menghafal 30 juzz. Karena target hafal 30 juzz nanti pada saat siswa duduk di kelas 6,” jelas Kepala SDIT Cendekia Andri Purwanugraha MPd.

Baca Juga  Presiden: Kampus Jangan Dijadikan Penyebaran Paham Radikalime

Sekolah yang beralamat di Jl Veteran No 96 B Purwakarta ini, berdasarkan kurikulumnya memang fokus melakukan bimbingan keagamaan di samping pelajaran umum. Untuk Ujian Tahfidz Quran Juzz 30 SDIT Cendekia dilaksanakan manakala ada ajuan dari pihak siswa. Jadi, sekolah tidak mematok waktu pelaksanaan ujian tahfidz, melainkan menunggu kesiapan dan hafalan anak.

“Khusus Kania, usai ujian ia langsung dibimbing untuk menghafal juzz 29. Bahkan ketika Kania mampu menghafal dan lulus ujian tahfidz juzz 29 ia akan kembali mendapat beasiswa dua semester untuk kelas 5 nanti. Kania siswi istimewa, pertama kali di SDIT pelajar kelas 3 sudah menghafal juzz 30. Ini menjadi motivasi tersendiri buat teman-teman Kania yang lain,” tambah Andri.

Selaku pendidik, Andri merasakan kebanggaan tersendiri saat melihat anak didiknya berhasil menghafal sekaligus tahfidz Quran Juzz 30. Jika dilihat secara umum, lanjut Andri, SDIT Cendekia memiliki kurikulum berbeda. Khususnya, detiap hari peserta didik begitu datang ke sekolah, langsung dihadapkan dengan pembelajaran keagamaan.

Baca Juga  Menkum-HAM Yasonna Resmikan Politeknik Ilmu Pemasyarakatan Depok

“Khususnya hafalan Quran bagi pelajar baik yang dibimbing langsung atau ditugaskan oleh guru. Kami memiliki cita-cita dan harapan hafalan Quran di kalangan anak didik tetap terbudayakan. SDIT memiliki siswa sebanyak 315 peserta yang terbagi kedalam 12 rombongan belajar. Untuk Kania, dia termasuk siswi yang berprestasi di kelas dengan juara rangking 1 setiap penilaian raport. Kami mencoba mengasah kemampuan keagamaan di sekolah, sementara orang tua di rumah ikut membantu pembinaan. Ke depan diharapkan bukan hanya Kania yang bisa berprestasi melainkan anak didik kami yang lainnya,” tambah dia.

Meski agak sedikit sulit untuk menarget hatam hafalan Alquran, dikarenakan pembelajarannya tidak fokus, paling tidak sekolah sudah membangunkan fondasi wawasan Alquran. Menurutnya, kedepan SDIT Cendekia akan lebih fokus lagi mencetak generasi insani yang bisa hafidz Quran di usia sangat muda.

Baca Juga  Dinas Pendidikan Purwakarta : Berharap Kualitas Pendidikan Terus Mengalami Kemajuan

“Dan kami siap mengirimkan pelajar berprestasi Alquran ke setiap even-even perlombaan. Meski memang agak sulit untuk menarget hafal satu Quran, karena pembelajarannya tidak fokus,” tutur Andri.

Ketua Yayasan Yasri, Dr H Agus Muharam MPd menambahkan, pihaknya memberikan beasiswa kepada Kania sebagai bentuk syukur dan motivasi akademik bagi pelajar yang lain. Bahkan kebanggaan tersendiri sudah didapatkan, karena mayoritas pelajar SDIT Cendekia sudah hafal juzz 30 meski belum sempurna.

“Kedepan siapapun pelajar itu bisa dapat lagi beasiswa, termasuk Kania jika mengikuti dan lulus ujian tahfidz Quran. Ini berlaku untuk semua pelajarmi, jika sudah siap dan hafal segera mengajukan permohonan diuji untuk diberikan penilaian dari sekolah,” tutup Agus.(dzi)