Purwakarta Butuh Perawat dan Penerus Pembangunan

Foto : Ketua Kadin Purwakarta Muhammad Abdul Latief bersama Ketua DPC PDIP Purwakarta Acep Maman, saat mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Memasuki usia yang hampir menginjak setengah abad, Kabupaten Purwakarta kian memasuki waktu dewasanya. Dewasa dalam artian memahami kebutuhan masyarakat dalam berbagai sektor. Utamanya di wilayah pembangunan, kini Purwakarta nyaris melengkapi infrastruktur dan suprastrukturnya.

Di bawah kepemimpinan Bupati Dedi Mulyadi, Purwakarta menemukan jati dirinya. Sebagai daerah yang diperhitungkan, membuktikan kejayaannya. Boleh dikata saat ini minim sekali ditemukan jalan “butut”, sampai pelayanan kesejahteraan yang “molor” di kabupaten terkecil kedua di Jawa Barat itu.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Purwakarta Ir Muhammad Abdul Latief menanggapi hal ini. Putera daerah kelahiran 28 Agustus 1970 silam ini menyebut jika saat ini, Purwakarta membutuhkan perawat dan penerus pembangunan.

“Pembangunan itu harus konsisten dan berkelanjutan. Nah berkenaan dengan regenerasi kepemimpinan, Purwakarta membutuhkan perawat dan penerus pembangunan,” ujar Ketua Askumindo Purwakarta ini dalam perbincangan dengan headlinejabar.com, Senin (24/7/2017).

Lalu, secara subjektif, bagaimana karakteristik bagi sosok perawat dan penerus pembangunan Purwakarta dimaksud. Dalam artian, pemimpin mendatang mesti yang paham akan karakter masyarakat dan kewilayahan Purwakarta.

“Nah pertanyaan ini sebetulnya sudah terjawab melalui arah kebijakan dan pembangunan Purwakarta di bawah kepemimpinan Kang Dedi. Artinya, apa yang sudah dikaryakan oleh Kang Dedi mesti dirawat dan diteruskan,” terang Kang Mamat sapaan karibnya.

Momen Hari Jadi Purwakarta ke-186 dan Kabupaten Purwakarta ke-49, dinilai pebisnis jebolan Universitas Trisakti Fakultas Teknik Sipil tahun 1996 ini, bisa dijadikan refleksi bagi siapapun. Tahun ini menjadi akhir dari safari Kang Dedi dalam merekonstruksi spirit pembangunan melalui peringatan hari jadi di Purwakarta.

“Dalam pidato rapat paripurna istimewa, Kang Dedi mengingatkan kita semua, tetap melek pada kepentingan rakyat, jangan sampai ada rakyat yang kurang makan dan tak terlayani fasilitas kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan,” terang Kang Mamat.

Masalahnya, ke depan pemimpin penerus Kang Dedi diberikan beban amanah yang begitu berat. Di antaranya tantangan untuk menyamakan kualitas dan gaya kepemimpinan, sampai frame masyarakat yang merasa dekat dengan pemimpinnya.

“Saat ini, segala sesuatu yang berkenaan dengan hajat masyarakat sudah tercover. Bahkan bila seorang individu menemukan sebuah masalah, dia tak sungkan untuk melapor langsung kepada pemimpinnya. Bahkan orang luar Purwakarta sekalipun,” jelas Mamat.

Bila selanjutnya gaya kepemimpinan kepala daerah berbanding terbalik, atau lebih rendah dari segi kualitas, akan berdampak pada daya stres dan kekecewaan masyarakat. Saat ini segala sesuatu direspon begitu cepat oleh pihak pemerintah daerah.

“Sosok perawat dan penerus pembangunan lah yang diharapkan sejauh ini,” beber dia.

Di akhir perbincangan, headlinejabar.com menanyakan apakah niat Mamat dalam pencalonan pilkada tetap bulat? Dirinya mengiyakan. Saat ini ia sudah mengantongi restu dari ibunda sebagai dorongan daya yang tak terhingga.

“Saya merasa terpanggil untuk merawat dan meneruskan Purwakarta. Saya berkeinginan meneruskan perjuangan Kang Dedi untuk menjadikan Purwakarta berkarakter dan Purwakarta istimewa di waktu-waktu selanjutnya,” tutup dia.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY