Bendung Walahar Kendalikan Banjir Karawang

Bendung Walahar dibangun sejak kolonial Belanda 1923 dan memiliki fungsi sosial saat ini. Mulai dari pengendali irigasi sampai banjir di Karawang.

KARAWANG, headlinejabar.com

Selain Bendung Curug dengan fungsi pengendalian irigasi dan banjir, Perusahaan Umum Jasa Tirta II juga memiliki Bendung Walahar dengan fungsi yang sama.

Hanya saja, Bendung Walahar fungsinya lebih spesifik untuk irigasi dan pengendalian banjir Kabupaten Karawang.

Bendung Walahar sendiri berlokasi di Desa Wanasari Kecamatan Klari, Karawang.

Bendungan ini dibangun pada 1923 masa kolonial Belanda. Beranjak pada hari ini, Bendung Walahar memiliki fungsi dan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga  Tak Bisa Pulang, Pria Ini Akhirnya Dapat Transferan

Asisten Manager Tarum Perum Jasa Tirta II Endang Junaedi mengatakan, Bendung Walahar menyumbang air irigasi untuk wilayah utara Karawang.

Keberadaan bendungan ini juga dinilai efektif dalam mengendalikan elevasi air sehingga tak membuat banjir Karawang lebih parah.

“Saat kiriman kubikasi air dari hulu besar, Bendung Walahar sebagai pengendali kubikasi air di Karawang. Bendung Walahar ada selain ngamanin irigasi, difungsikan untuk pengendali banjir,” ucap Endang.

Baca Juga  Terjebak Macet Tol Pejagan, Pemudik Keluar Mobil, Duduk di Pinggir Jalan sampai Selfie

Saat ini tinggi muka air (TMA) Bendung Walahar berada di posisi 18,35 Mdpl. Posisi ini dianggap masih aman karena masih ada selisih dari batas normal TMA 18,75 Mdpl.

“Saat ini juga kita masih fokus melakukan pemantauan terkait elevasi TMA air Bendung Walahar. Kita terus berkoordinasi dengan pihak Bendung Curug,” ujar Endang.

Baca Juga  Konflik Koni Depok Berakhir

Berkenaan dengan keberadaan jalan di tengah Bendung Walahar, Endang menyebut jika Bendung Walahar bukan difungsikan untuk jalan.

“Bendung Walahar harusnya steril. Hanya saja, sementara dipergunakan saja dulu untuk kepentingan mobilitas umum sebelum pemerintah membangun jembatan penyeberangan,” kata Endang.(dik)