Jabar

Peringatan Sumpah Pemuda di Purwakarta Berbeda

×

Peringatan Sumpah Pemuda di Purwakarta Berbeda

Sebarkan artikel ini

Foto : Upacara pengibaran bendera merah putih memperingati hari sumpah pemuda, di halaman Balai Paseban Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (28/9/2016).

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Upacara pengibaran bendera merah putih memperingati hari sumpah pemuda, di halaman Balai Paseban Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (28/9/2016). Diikuti oleh instansi pemerintahan serta pelajar yang ada di Purwakarta.

Upacara yang dipimpin oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi ini berbeda dari upacara biasanya, pasalnya seluruh peserta mengenakan kain sarung bagi laki-laki dan kebaya bagi perempuan.

Baca Juga  Pemkab Purwakarta Tuntaskan Gelaran Pilkades Serentak Gelombang ke-2 2023

Menurut Kang Dedi, digunakannya sarung di upacara dalam memperingati hari sumpah pemuda yaitu untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

“Sumpah pemuda itu sesungguhnya adalah penyatuan gerakan tradisionalisme memiliki semangat ke indonesiaan, satu bangsa satu bahasa dan satu tanah Air,” tutur Dedi Mulyadi.

Kain sarung tak hanya digunakan untuk beribadah, namun bisa digunakan untuk kehidupan sehari-hari. Tak hanya itu, kain sarung pun tak hanya digunakan untuk satu agama saja, namun bisa untuk seluruh agama.

Baca Juga  Ridwan Kamil Dampingi Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di RSUI Depok

“Kain sarung bukan hanya digunakan ketika sholat, tetapi Bisa digunakan kehidupan ke seharian dan tidak terbatas hanya pada satu agama,” lanjut Dedi.

Nantinya, kain sarung menjadi pakaian resmi dalam sistem pemerintahan di Purwakarta.

“Kain sarung menjadi pakaian resmi dalam sistem pemerintah Kabupaten Purwakarta, seperti baju pangsi baju sunda. Mudah mudahan ini aspirasi bagi daerah daerah yang lain” pungkas Dedi.

Baca Juga  Santri Al Mutohar Tewas Tersengat Listrik

Reporter : Rosad Nurdin/Aga Gustiana
Editor : Dicky Zulkifly