Pendidikan

Kepsek SDN 2 Tanjungsari Bantah Kadisdik Cawe-cawe Proyek Revitalisasi: Baja Belum Ada di Lokasi

×

Kepsek SDN 2 Tanjungsari Bantah Kadisdik Cawe-cawe Proyek Revitalisasi: Baja Belum Ada di Lokasi

Sebarkan artikel ini
SDN 2 Tanjungsari.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Kepala SDN 2 Tanjungsari, Kecamatan Pondoksalam, Kabupaten Purwakarta, Heri Setiawan, membantah tudingan yang menyebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Sadiyah, ikut campur dalam pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah.

Heri menilai pemberitaan yang mengaitkan Kadisdik dengan dugaan pengaturan penggunaan material baja, tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Ia mengaku kecewa karena informasi tersebut muncul ketika pekerjaan revitalisasi baru berjalan beberapa hari.

“Saya sebagai kepala sekolah sangat kecewa dengan pemberitaan yang muncul. Kadisdik disebut cawe-cawe, itu fitnah. Sumbernya dari mana? Kok bisa seperti itu? Padahal saya tidak tahu sama sekali,” ujar Heri.

Baca Juga  SMP 3 Al-Muhajirin Purwakarta Gelar Maha Karya Akbar Kreasi Santri 2018

Ia menjelaskan, tahapan pekerjaan revitalisasi SDN 2 Tanjungsari masih berada pada tahap awal. Menurut dia, material baja yang disebut dalam pemberitaan bahkan belum tersedia di lokasi proyek.

“Pengerjaan baru beberapa hari. Apalagi penggunaan baja, itu sama sekali belum sampai pengerjaannya. Baja itu jelas belum ada di lokasi proyek. Kenapa sudah muncul berita tentang baja?” tegasnya.

Heri menegaskan, pelaksanaan revitalisasi sekolah sejauh ini berjalan melalui koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan. Pengawasan dilakukan bersama tim teknis, perencana, pengawas, dan fasilitator.

Baca Juga  Disdik-PGRI Purwakarta Gelar Seminar Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan

“Pekerjaan diawasi dan selalu koordinasi dengan tim teknis, perencana dan pengawas serta fasilitator,” katanya.

Selain membantah dugaan keterlibatan Kadisdik, Heri juga menepis informasi mengenai adanya arahan untuk menggunakan pemasok atau material tertentu.

Ia menyebut pelaksanaan program revitalisasi mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan tersebut, P2SP bertindak sebagai pelaksana kegiatan.

Baca Juga  Komisi D DPRD Depok Imbau Komite dan Masyarakat Peduli Sekolah

SDN 2 Tanjungsari sendiri tercatat sebagai penerima Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Program tersebut memiliki nilai bantuan sebesar Rp1.398.072.000 yang bersumber dari APBN.

Heri mengajak pihak yang ingin memastikan kondisi proyek untuk melihat langsung perkembangan pekerjaan di sekolah.

Menurutnya, pengecekan lapangan penting agar informasi yang disampaikan kepada publik sesuai dengan fakta.

“Silakan datang dan lihat langsung. Pekerjaan baru beberapa hari. Jangan sampai sesuatu yang belum terjadi justru sudah diberitakan seolah-olah sudah terjadi,” pungkasnya.