Pendidikan

Santri Al-Manar Purwakarta Inisiasi Gerakan Moral Remaja

×

Santri Al-Manar Purwakarta Inisiasi Gerakan Moral Remaja

Sebarkan artikel ini

Foto : Kegiatan seminar yang mengambil tema, “Meraih Revolusi Diri dengan Akhlak Islami”.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Para santri Madrasah Aliyah (MA) Pesantren Persatuan Islam (PPI) 33 Al-Manar Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menginisiasi gerakan penanggulangan dekadensi moral.

Di tengah hentakan globalisasi, generasi muda memang begitu rawan terjerumus dalam jurang pergaulan bebas.

Mereka mentranspormasikam wawasan pencegahan serangan dekadensi moral melalui balutan seminar dekadensi moral. Dilakukan guna menginformasikan kepada para pelajar dan remaja akan bahaya pergaulan bebas.

Baca Juga  STAI DR KHEZ Muttaqien Purwakarta Wisuda 153 Sarjana

Kegiatan seminar yang mengambil tema, “Meraih Revolusi Diri dengan Akhlak Islami” dihadiri langsung oleh para narasumber dari berbagai lembaga, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Polres Purwakarta, UPTD Kesehatan Purwakarta dan lembaga penanggulanggan AIDS dan HIV.

Panitia penyelengara, Gustina Imaniar mengungkapkan, seminar ini salah satu program, dari bidang Pendidikan Dakwah (Pendak) Rizalul Ghad, Ummahatul Ghad (RG-UG) atau pengurus OSIS.

Baca Juga  Jumlah Siswa Pengguna Kendaraan Bermotor di Purwakarta Menurun

“Sebetulnya kegiatan ini, salah satu program dari bidang Pendak RG-UG,” ungkap Gustina usai kegiatan, Senin (6/2/2017).

Dilanjutkannya, tujuan dari seminar dekadensi moral, yaitu memberikan wawasan kepada mereka serta memotivasi, agar tidak terjerumus pergaulan bebas, narkoba, sex bebas.

Pimpinan Pesantren, Dr Yusep Solihudien, menyebut, kegiatan ini inisiatif dari para santri.

“Adanya seminar ini sangat bagus, tujuan agar para remaja memahami apa saja yang merusak moral kehidupan remaja sekarang ini,” katanya.

Baca Juga  UBP Karawang Gelar Seminar Nasional Bertajuk Investasi dan Peradaban: Dari Modal Fisik ke Modal Digital

Dengan kegiatan seminar ini sebagai ajang pembelajaran untuk para santri. Karena seminar ini menghadirkan narasumber dari luar. “Artinya, santri bisa belajar langsung dari narasumber yang dihadirkan,” pungkasnya.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY