Karawang, headlinejabar.com
Perum Jasa Tirta II (PJT II) terus melakukan langkah cepat dan terukur dalam memitigasi dampak musim kemarau di wilayah layanan Saluran Induk Tarum Utara Cabang Barat, Kabupaten Karawang. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi penyaluran air irigasi, penyesuaian pola gilir-giring, pemeliharaan saluran, serta penguatan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan guna menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian dan mendukung ketahanan pangan.
Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Imam Santoso menegaskan PJT II terus berupayamemastikan air yang tersedia dapat dialirkan secara optimal hingga menjangkau petakpetak sawah, terutama di wilayah hilir yang saat ini mengalami keterbatasan pasokan air.
“Perum Jasa Tirta II terus mengoptimalkan pengaturan distribusi air dengan mempertimbangkan kondisi jaringan, kebutuhan air pertanian, serta kondisi lapangan agarair dapat dimanfaatkan secara efektif dan merata,” ucap Direktur Utama Perum Jasa Tirta II,Imam Santoso.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah penyesuaian jadwal gilir-giring air irigasimelalui koordinasi langsung bersama petani, kelompok tani, tokoh masyarakat, sertaperangkat pemerintah setempat di sejumlah titik yaitu ruas B. Tub. 15–SS. Kertalaya sertaB. Tub. 23 dan B. Tub. 24 di Kecamatan Batujaya.Di wilayah irigasi Saluran Sekunder (SS) Teluk Ambulu dan SS. Batujaya, jadwal gilir-giringyang sebelumnya dilaksanakan pada pagi hingga siang hari disesuaikan menjadi malam hari.
Pintu B. Tub. 23 dan B. Tub. 24 dioperasikan pada pukul 19.00–07.00 WIB, sementara pada pukul 07.00–19.00 WIB penyaluran air dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan wilayah di hilir B. Tub. 24 atau Pakisjaya. Penyesuaian tersebut diterapkan pada Desa Segarjaya, Karyabakti dan Baturaden serta terus dipantau dan dievaluasi oleh tim PJT II.
Sementara itu, di SS. Kertalaya, pola gilir-giring dilakukan dengan mengatur prioritas alokasiair sesuai periode pelayanan. Pada Senin hingga Jumat, alokasi air difokuskan ke SS. Kertalaya, sedangkan pada Jumat hingga Minggu dialokasikan ke SS. Kertalaya dan wilayah terkait lainnya.
Pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya agar air yangtersedia dapat menjangkau areal pertanian secara lebih optimal.Tidak hanya melalui pengaturan distribusi, PJT II juga terus mengoptimalkan pemanfaatanalat berat untuk menjaga kapasitas dan kelancaran aliran saluran. Kegiatan di lapanganmeliputi pengerukan sedimentasi, pengangkatan sampah dan eceng gondok, sertapenanganan hambatan lain yang berpotensi menghambat kontinuitas penyaluran air kewilayah hilir.
Percepatan penanganan dengan alat berat ini dilakukan melalui sinergi denganDinas PUPR Kabupaten Karawang, Dinas SDA Provinsi Jawa Barat dan BBWS Citarum. Dalam penanggulangan gangguan penyaluran air seperti eceng gondok dan sampah, PJT II telah melakukan pengangkutan sedimentasi, eceng gondok dan sampah di lokasi bangunan B. Tub. 18 dan B.Tub. 22 untuk menjaga kelancaran penyaluran air ke hilir.
Dalam melakukan upaya mitigasi tersebut, Direktur Operasi dan Pemeliharaan AntonMardiyono mengatakan PJT II mengedepankan sinergi lintas pemangku kepentingan dalammendukung kegiatan penanganan dan pemeliharaan jaringan irigasi.
“Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan dampak musimkemarau tidak hanya dilakukan melalui pengaturan air, tetapi juga melalui peningkatankeandalan saluran serta respons cepat terhadap kendala yang ditemukan di lapangan,” ucap Direktur Operasi dan Pemeliharaan Perum Jasa Tirta II.
Melalui berbagai langkah tersebut, PJT II berkomitmen untuk terus menjaga kontinuitas penyaluran air irigasi sampai ke wilayah hilir dan mengoptimalkan Sumber Daya Air (SDA)yang tersedia. Upaya ini diharapkan dapat membantu petani mempertahankan keberlangsungan budi daya dan produktivitas lahan pertanian di tengah kondisi musim kemarau.
Sebagai bagian dari pengelolaan SDA yang adaptif dan kolaboratif, PJT II akan terusmelakukan pemantauan, evaluasi pola distribusi, pemeliharaan saluran, serta koordinasidengan seluruh pemangku kepentingan. Langkah tersebut menjadi wujud kontribusi PJT II dalam memitigasi dampak kekeringan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.(red)





