Korban DH “Sang Pedofil” Bertambah Menjadi 15 orang

Foto : Korban pencabulan DH bertambah 15 orang.

SUKABUMI, headlinejabar.com

Korban pencabulan dilakukan guru honorer di salah satu SD di Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi Jawabarat berinisial DH terus bertambah. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, jumlah korban DH berjumlah 15 orang.

Kapolsek Parungkuda, Kompol Dede Suharja mengatakan, semua korban DH masih berstatus pelajar, baik SD maupun SMP. Selain itu, korban berusia antara 10 sampai 14 tahun ini, semuanya laki-laki. “Awalnya korban yang melapor ada tujuh orang. Namun dari hasil penyelidikan, jumlahnya bertambah menjadi 15 orang. Semua korban sudah kami periksa,” ujarnya, sabtu (13/2/2016).

Saat ini, lanjut Dede, penanganan kasus DH tersebut dilakukan jajaran Polres Sukabumi. Bahkan, tersangka DH pun sudah dipindahkan ke tahanan Polres Sukabumi.” Jadi saat ini Polsek Parungkuda dengan Polres Sukabumi melakukan penyelidikan bersama-sama untuk menangani kasus DH ini. Sebab diperkirakan jumlah bisa terus bertambah,” ucapnya.

Dede mengatakan, dari pengakuan para korban, tersangka hanya memainkan dan mengoleskan alat kelaminnya memakai handbody. Selain itu, memainkan anus korban dengan kemaluan tersangka.”Hasil pengakuan korban, tersangka DH ini sudah melakukannya selama satu tahun sejak 2015 lalu. Tersangka melakukannya di ruang TU sekolah pada malam hari,” ungkapnya.

Sampai saat ini, kata Dede, jajaran kepolisian masih menunggu hasil visum para korban dari rumah sakit. Termasuk menunggu hasil tes kejiwaan tersangka.” Semua hasilnyua masih kami tunggu,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Sukabumi, Dian Yulianto mengatakan, sampai saat ini lembaga yang dipimpinya masih melakukan pendapingan korban dalam bantuan hukum. Selain itu, akan memberikan tes kembali terhadap para korban untuk kedua kalinya bersama psikiater. ” Ya kami akan lakukan tes kedua kepada para korban untuk memastikan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan terhadap para korban,” pungkasnya. (rir)