Wanita Korban Jazz di Detos Ternyata Seorang Pemandu Lagu

Foto : Asya (berkerudung putih), harus dipapah usai pemakaman Dessy Khanti Astuti (22) di TPU Ratu Jaya, Cipayung, Depok, Rabu (2/3). Asya adalah ibu Dessy, korban Honda Jazz maut yang terjun dari Depok Town Square. Sumber, istimewa

DEPOK, headlinejabar.com

Honda Jazz B 1485 EMH terjun bebas dari area parkiran P5 di lantai 2 ke P1 di lantai 1 Depok Town Square (Detos) dini hari tadi. Pengemudi Moh Ubayidillah dan penumpang wanita Dessy Khanti Hastuti tewas seketika di lokasi kejadian.

Diketahui, Dessy merupakan pemandu lagu di Karaoke Venus, tempat Ubayidillah bernyanyi dan minum-minum bersama teman-temannya. “Ya informasi sementara pemandu lagu,” kata Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu Supiati seperti diwartakan salah satu media online nasional, Rabu (2/3/2016).

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), mobil tersebut loncat dari area parkir P5 ke lokasi P1 dengan ketinggian sekira 9,8 meter. Korban dan beserta tiga rekannya juga diketahui dalam pengaruh alkohol dikarenakan baru selesai minum bir.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua dompet beserta KTP korban dan 1 buah kondom bekas pakai.

Sebelumnya, Honda Jazz B 1485 EMH terjun bebas dari area parkiran P5 di lantai 2 ke P1 di lantai 1 Depok Town Square (Detos) dini hari tadi. Pengemudi Moh Ubayidillah dan penumpang wanita Dessy Khanti Hastuti tewas seketika di lokasi kejadian.

Menurut Kapolsek Beji Kompol Ni Gusti Ayu Supiati, Ubayidillah bersama tiga temannya baru pulang karaoke di Karaoke Venus di dalam Detos. Ubayidillah datang sekitar pukul 22.30 WIB.

“Mereka karaoke di room 38,” kata Gusti.

Bagaimana mobil senilai ratusan juta itu bisa terjun hingga menewaskan penumpangnya? Berikut kronologi Honda Jazz B 1485 EMH terjun bebas dari lantai parkiran P-5 pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) di Jalan Margonda, Depok.

Sopir mobil Honda Jazz B 1485 EMH warna merah diduga hilang kendali sehingga terjun bebas dari lantai parkiran P-5 pusat perbelanjaan Depok Town Square (Detos) di Jalan Margonda, Depok, Rabu (2/3/2016) dinihari sekira pukul 02.30.

Mobil tersebut terhempas ke lantai dasar di samping gedung. Akibatnya dua penumpang mobil, tewas seketika di lokasi kejadian, dengan luka parah di bagian kepala.
Mereka adalah sepasang kekasih Mohamad Ubaidillah (27) warga Kampung Pasir Tengah, Pandeglang Banten, yang mengemudikan mobil, dan Dessy Khanti Hastuti (22) warga Ratujaya, Cipayung, yang duduk di samping pengemudi.

Kasat Lantas Polresta Depok Komisaris Sutomo menuturkan saat kejadian Honda Jazz yang dikendarai Ubadillah itu hendak turun dari lokasi parkiran Detos di Lantai P-6.

“Mobil melaju di jalanan menurun arah keluar parkiran, dari timur ke barat,” kata Sutomo, kepada Warta Kota, Rabu (2/3/2016) pagi.

Saat mobil baru sampai di lantai parkir P-5, kata Sutomo, pengemudi diduga kehliangan kendali. “Sebab seharusnya pengemudi belok ke kanan, tetapi ini lurus dan menabrak pembatas gedung parkir. Lalu mobil jatuh ke bawah dari ketinggian 9,8 meter,” kata Sutomo.

Akibatnya kata dia mobil terpelanting di samping gedung parkir dan kedua penumpang mobil tewas seketika di lokasi kejadian.

Kapolsek Beji, Komisaris Ni Gusti Ayu Supiati, menuturkan kedua korban langsung dilarikan ke RS Polri Sukanto untuk divisum.

Sementara mobil Honda Jazz yang mengalami rusak berat yakni ringsek di bagian depan hingga atas dan sampingnya, dibawa ke Unit Laka Satlantas Polresta Depok.
Ayu menuturkan dari keterangan saksi diketahui mobil Honda Jazz yang terjun itu, bukanlah milik Ubadillah, pengemudi kendaraan yang menjadi korban tewas, tetapi milik rekan korban yakni Hari Suci Ramadhani (25).

Menurut Ayu dari keterangan Hari, Ubaidillah dan Dessy kekasihnya, baru saja pulang dari tempat karaoke di Detos.
Lalu Ubadillah meminta membawa mobil Hari untuk mengantar kekasihnya, Dessy.

“Tapi saat di parkiran, kecelakaan itu terjadi. Diduga ini kelalaian korban karena kurang mahir mengendarai mobil,” kata Ayu. Sebab menurut Ayu, dari pemeriksaan di lokasi kejadian dan tubuh korban, tidak tercium bau minuman keras.

“Dari kartu identitasnya, tertulis, kedua korban adalah karyawan swasta,” kata Ayu.(int/red)