Krisis Ekonomi, Tak Pengaruhi Penjualan Sapi Kurban

Pedagang Hewan Kurban Jenis Sapi di Sukabumi

SUKABUMI, HeadlineJabar.com
Meski penjualan harga hewan kurban naik sekitar 15 persen, mendekati perayaan Idul Adha pedagang hewan kurban malah kebanjiran pembeli, bahkan tingkat penjualan terbilang luar biasa dibanding tahun lalu. Harga yang ditawarkan juga fantastis satu ekor sapi saja bisa mencapai Rp70 juta setara dengan harga motor sport terbaru.

Seperti ditempat penjualan hewan kurban Ichwan Hamid , di Jalan Pajagalan, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi tempatnya kebanjiran pesanan dari dalam dan luar kota, karuan 91 persen hewan kurban koleksinya ludes terjual malah dirinya sedang pesan sebanyak 22 sapi lagi untuk memenuhi konsumennya.

Di tempat tersebut dijual beragam jenis sapi lokal hingga impor dengan harga bervariatif. Termurah, sang pemilik membanderol satu ekor sapi seharga Rp12 juta dengan bobot sekitar 240 kilogram. Sedangkan harga satu ekor sapi paling mahal berkualitas super ada yang mencapai Rp70 juta dengan bobot sekitar 1.120 kilogram atau hampir satu ton lebih.

“Harga sapi paling mahal saya jual seharga Rp70 juta. Jenisnya sapi simental asli dari Australia,” kata Ichwan, Rabu (16/9/2015).

Berbagai jenis sapi ada di tempat penjualan itu yang merupakan bibit unggul. Selain simental, ada juga sapi limousin, elite bull, serta jenis sapi super lainnya. Sapi tersebut ada yang didatangkan dari sentra-sentra seperti Cirebon dan Pekalongan. “Sebagian ada juga yang hasil dari penggemukkan sendiri,” terangnya.

Menurutnya terjadinya krisis ekonomi tidak begitu berpangaruh tahun lalu kota menjual 116 ekor sapi dan tahun ini sudah 100 yang tejual, tidak hanya dari Sukabumi pengusaha besar juga menjadi langganannya hingga ada yang sampai 30 ekor sapi sekaligus.

“Dari Jakarta sudah ada yang membeli sekitar 30 ekor sapi, seperti keluarga Rahmat Gobel, Arifin Panigoro, maupun mantan Kepala Staf Angkatan Darat Subagyo HS. Malahan ada relasi saya dari Belanda yang memesan sapi sebagai sumbangan untuk masyarakat Sukabumi saat kurban nanti,” jelasnya.

Dia menjamin hewan kurban yang dijualnya bebas penyakit. Dia sengaja mendatangkan tenaga perawat khusus yang andal untuk menjaga kualitas serta kesehatan sapi jualannya.

“Yang harus diperhatikan itu tahap pemeliharaan dan perawatan, sehingga sapi tetap gemuk dan sehat. Hewan kurban yang saya jual sudah diperiksa kesehatannya oleh dinas (Dinas Pertanian Peternakan dan Ketahanan Pangan Kota Sukabumi),” pungkasnya.(rie)