MAI Foundation Gelar Kegiatan Survival untuk Latih Jiwa Resiliensi Pelajar SMA Kelas 12 di Bandung

MAI Foundation Gelar Kegiatan Survival untuk Latih Jiwa Resiliensi Pelajar SMA Kelas 12 di Bandung

BANDUNG, headlinejabar.com

MAI Foundation baru saja menyelenggarakan kegiatan Leadership Camp. Salah satu subkegiatan yang dijalani adalah kegiatan Survival, yang bertujuan untuk melatih jiwa resiliensi dan kemandirian pelajar SMA kelas 12.

Kegiatan ini berlangsung pada 18 Mei 2025, bertempat di Gasibu Bandung, dengan menghadirkan 150 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta terjauh dari Medan, Sumatra Utara.

Salah satu tantangan utama dalam kegiatan ini adalah agar setiap peserta dapat memperoleh makan siang dengan hasil jerih payah mereka sendiri melalui aktivitas berjualan.

Baca Juga  Peringati Hari Lansia, Pemkab Purwakarta Gelar Rakor Lintas Sektor

Setiap kelompok diberikan kebebasan untuk menentukan produk yang akan dijual, dan mereka harus mengandalkan kreativitas serta keterampilan mereka dalam berjualan untuk memenuhi kebutuhan makan siang.

Kelompok 30 berhasil meraih perolehan tertinggi dalam tantangan ini, dengan hasil penjualan mencapai Rp150.000. Mereka menjual jasa gambar yang dibuat dari bahan kertas dan pensil warna yang mereka bawa.

Keberhasilan mereka menunjukkan betapa pentingnya kreativitas, strategi pemasaran, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang ada.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin para pelajar belajar untuk menghadapi tantangan kehidupan yang sebenarnya. Mereka diajarkan untuk menjadi lebih mandiri, mengelola uang dengan bijak, serta berani mengambil keputusan yang tepat dalam situasi yang terbatas,” ujar Pembina Leadership Camp MAI Foundation, Wadifah, yang turut hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga  Pemda Purwakarta Terima Tim Surveior KARS

Selain berfokus pada aspek kemandirian dan kewirausahaan, Leadership Camp ini juga memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperluas jaringan sosial, mengasah kemampuan komunikasi dan negosiasi, serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Ratu, salah satu peserta asal Sumedang, mengatakan, dirinya belajar banyak tentang bagaimana mengelola usaha kecil dan bertahan dalam situasi yang penuh tantangan.

Baca Juga  Kades Koswara : Banyak Masyarakat Belum Faham Soal DD dan ADD

“Ini sangat berguna untuk persiapan masa depan setelah lulus dari SMA,” kata Ratu.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari semua peserta yang merasa terbantu dalam mempersiapkan diri untuk kehidupan yang lebih mandiri dan penuh tantangan.

Selain itu, para peserta juga diberikan penghargaan atas kreativitas dan ketekunan mereka dalam berjualan, dengan kelompok 30 menjadi kelompok yang paling kreatif dan berhasil.***