Pemkab Purwakarta Berikan Solusi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Foto : Bupati sigap tanggapi keluhan warga tentang langkanya gas elpiji 3kg, pasalnya, mulai besok walaupun hari libur pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan ke lapangan atau langsung menemui pemilik pangkalan dan agen. Sumber, istimewa.

PURWAKARTAheadlinejabar.com

Gas melon ukuran 3 Kg (elpiji, red) selama beberapa pekan terakhir mengalami kelangkaan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Meskipun bukan menjadi kewenangan kepala daerah, akan tetapi banyak anggota masyarakat yang melakukan pengaduan kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi melalui layanan sms center 08121297775, twitter @DediMulyadi71 dan akun Fanpage Facebook Kang Dedi Mulyadi.

Seperti aduan akun facebook atas nama Rio Putra dalam kolom komentar akun Facebook Kang Dedi Mulyadi yang berbunyi “Gas 3kg langka pak” dan kicauan akun twitter @HendiPwk yang berbunyi “@DediMulyadi71 pak tolong gas 3kg langka pd hilang di munjul jaya” begitupun aduan melalui sms center 08121297775 dari nomor 087879994614 yang berbunyi “pak tolong daerah sawah kulon pasawahan langka sekali gas ukuran 3kg mohon solusi”.

Menanggapi aduan warga nya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Selasa (8/3) mengatakan pihaknya telah melakukan investigasi melalui Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM bekerja sama dengan Hiswana Migas Purwakarta, hasil dari investigasi tersebut ditemukan penyebab kelangkaan gas ukuran 3kg yakni pada jalur distribusinya. Pihak pangkalan dan agen ternyata menjual gas ukuran 3kg kepada pengecer motoris (pengecer yang menggunakan motor). “siang tadi kami lakukan investigasi, para motoris itu membeli dari agen bahkan pangkalan dan disinyalir dijual keluar Purwakarta dan bukan pada wilayah peruntukan agen itu”. Kata Dedi saat dimintai keterangan oleh Humas Pemkab Purwakarta.

Adapun solusi terhadap kelangkaan ini, Bupati yang dikenal sangat responsif dalam menanggapi keluhan warganya ini mengatakan bahwa mulai besok walaupun hari libur pihaknya akan segera menurunkan tim untuk melakukan pengecekan ke lapangan atau langsung menemui pemilik pangkalan dan agen. “jika kedapatan mereka terbukti menjual gas ini kepada motoris, kami tidak akan segan untuk melakukan pencabutan izin pangkalan dan agennya”. Tegas Dedi geram.

Dedi menambahkan bahwa seluruh kepala desa dan keluruhan beserta babinkamtimbasnya akan diberi tugas untuk mengawasi pangkalan dan agen yang berada diwilayahnya masing-masing, untuk kecepatan dan ketepatan informasi mereka diminta segera melakukan tindakan ditempat dan melapor melalui layanan sms center 08121297775 jika menemukan pangkalan dan agen nakal. “semua struktur birokrasi akan dikerahkan untuk mengatasi kelangkaan ini, kebutuhan masyarakat itu paling utama”. Kata Dedi menambahkan

Pihak Hiswana Migas Purwakarta saat dimintai keterangan via telefon oleh Humas Pemkab Purwakarta membenarkan bahwa memang banyak terdapat pangkalan dan agen nakal, Hiswana mendukung penuh arahan Pemkab untuk mengatasi kelangkaan gas ukuran 3kg. Adapun langkah konkret Hiswana Migas yang akan dilakukan mulai besok adalah melakukan penambahan pasokan gas 3kg sebanyak 40 LO khusus besok Rabu (9/3), melakukan penambahan pasokan gas 3kg sebanyak 23 LO yang akan langsung didistribusikan agen ke warung-warung pengecer dan mengimbau pihak pangkalan dan agen agar tidak menggunakan dan menjual LPG non subsidi. “semoga masalah ini segera teratasi” Kata Neneng selaku perwakilan Hiswana Migas Purwakarta.(dzi)