Siap-Siap, Bandung Barat Diserang Gelombang PHK

Foto : Ilustrasi para pekerja formal di salah satu perusahaan

BANDUNG BARAT, headlinejabar.com

Kabupaten Bandung Barat di awal tahun ini dipastikan akan diserang gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut data yang diperoleh, di Kabupaten Bandung Barat sampai sejauh ini terdapat sedikitnya 745 perusahaan dengan jumlah karyawan 65.742 orang.

Sementara, serangan gelombang PHK diperkirakan masih akan terjadi pada sejumlah perusahaan di Kabupaten Bandung Barat. Gelombang PHK di Bandung Barat hadir beriringan rasionalisasi perusahaan, karena pangsa pasar yang masih lesu dan berdampak pada pengurangan produksi. Persalahan itu, sejauh ini diklaim sebagai biang penyebabnya.

Baca Juga  Seputar Mall Modern, Ada Dialog "Gaib" UPTD dengan Pedagang Pasar Jumaah?

Kepala Dinas Sosial, Tenaga kerja, dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bandung Barat, Heri Partomo mengatakan, sinyal gelombang PHK itu sudah mulai terlihat.

“Tahun lalu banyak perusahaan yang mengurangi jumlah karyawan atau jam kerja karyawan. Sekarang juga sudah terlihat tanda-tandanya, tapi informasi resmi dari perusahaan belum ada,” kata Heri saat ditemui di Lembang, beberapa waktu lalu.

Menurut dia, salah satu perusahaan yang akan memangkas jumlah karyawannya ialah perusahaan garmen di Cikalongwetan. Perusahaan asal Korea Selatan itu merupakan perusahaan besar dengan jumlah karyawan lebih dari 200 orang.

Baca Juga  Sumpah Pemuda: Uu Ruzhanul Ajak Pemuda Satukan Visi Membangun

“Karyawan perusahaan itu banyak yang mengurus (klaim jaminan hari tua) BPJS Ketenagakerjaan, berarti kan secara tidak langsung mereka sudah diberhentikan dari perusahaannya,” kata Heri.

Pihaknya membenarkan, di Bandung Barat sedikitnya ada 745 perusahaan dengan jumlah karyawan 65.742 orang. Pada 2015, dia menyatakan, sebanyak 525 karyawan di-PHK dari tempatnya bekerja di Bandung Barat.

Baca Juga  Ruslan Subanda Dilantik Jadi Sekda Purwakarta

Lebih dari setengah jumlah karyawan yang di PHK itu merupakan karyawan dari perusahaan yang gulung tikar. “Tahun lalu, ada perusahaan di KBB yang tutup. Dia punya karyawan sekitar 300 orang,” ujarnya.

Heri menambahkan, saat ini di Bandung Barat terdapat 745 perusahaan, dengan jumlah karyawan mencapai 65.742 orang. Dari berbagai jenis usaha yang ada, perusahaan tekstil masih dianggap sebagai sektor usaha yang jadi unggulan di Bandung Barat.(prlm/dzi)