Status Kota Sukabumi Siaga Banjir dan Longsor

Foto : Bencana longsor dan banjir di Kota Sukabumi menyebabkan beberapa kerugian. Salah satunya kerugian materi yang tak terhitung. Beberapa sarana yang ada juga rusak dihantam musibah tersebut

SUKABUMI, headlinejabar.com

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, masih tetap memberlakukan siaga darurat menyusul terjadinya banjir dan longsor di beberapa titik. Pemberlakukan status siaga banjir dan longsor ini juga berdasarkan pertimbangan masih tingginya curah hujan di seantero wilayah Kota Sukabumi.

“Kami telah memberlakukan siaga ini sejak bulan Desember lalu. Pada siaga darurat ini, masyarakat harus aktif melaporkan kejadian bencana di lingkungannya,” kata Kepala BPBD Kota Sukabumi, Asep Suhendrawan kepada wartawan, Rabu (16/3/2016).

Dengan penetapan status siaga darurat banjir dan longsor, ujar Asep, BPBD menyiagakan petugasnya selama 24 jam. Para petugas akan segera meluncur ke lokasi banjir atau longsor setelah menerima informasi dari masyarakat. Kesiapsiagaan petugas BPBD, kata dia, harus diikuti dengan kewaspadaan masyarakat.    Berdasarkan data yang dirilis BPBD, dalam kurun waktu bulan Januari hingga 15 Januari 2016 di wilayah Kota Sukabumi terjadi 18 kali bencana alam berupa  banjir, tanah longsor, dan angin topan.  Belum lama ini Kelurahan Dayeuhluhur dan Kelurahan Benteng di Kecamatan Warudoyong dilanda banjir.

“Berkat kerja sama dengan semua pihak, dampak bencana  telah ditangani. Kami juga memberikan bantuan dalam bentuk natura kepada para korban. Untuk korban banjir di Kelurahan Benteng dilakukan pemindahan ke rumah kontrakan supaya mereka terbebas dari ancaman banjir,” jelas Asep.

Secara khusus, Asep mengimbau masyarakat yang tinggal di titik-titik rawan bencana untuk menjaga dan meningkatkan kewaspadaan. Titik-titik rawan banjir dan longsor terdapat di wilayah kecamatan-kecamatan Gunungpuyuh,  Warudoyong, Cikole, dan Lembursitu. Namun bagi warga yang tinggal di luar area rawan bencana pun, kewaspadaan harus tetap dijaga.

“Pencegahan bencana, khususnya banjir dapat dilakukan dengan menghilangkan sifat buruk  suka  membuang sampah ke sungai. Di musim hujan, tumpukan sampah di sungai dapat memicu banjir,” kata Asep.(rir/dzi)