Perubahan APBD Purwakarta 2021 Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi

Paripurna DPRD Purwakarta/headlinejabar-Diky Julkifli.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Pimpinan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Neng Supartini mengatakan, Perubahan APBD Purwakarta TA 2021 diarahkan untuk menyukseskan strategi percepatan penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

“Mulai dari vaksinasi dan upaya melakukan pembangunan di segala sektor termasuk pelayanan publik. Percepatan penanganan Covid-19 tetap kita rekomendasikan paling utama,” kata Neng, Rabu (20/10/2021).

DPRD menyadari jika APBD memiliki fungsi alokasi yakni kepentingan publik untuk menunjang kegiatan program bupati, fungsi distribusi guna mengondusifkan perekonomian dan fungsi stabilitas antara lain pembiayaan belanja daerah.

“Meski bobotnya lebih berat kepada penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, APBD Purwakarta juga memokuskan diri pada peningkatan infrastruktur jalan lingkungan, jalan umum, pembangunan fasilitas pelayanan publik, pelayanan dasar kesehatan, pembangunan sarana prasarana Pekan Olah Raga Daerah (Porda) Jawa Barat dan pemenuhan kebutuhan lainnya disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,” kata Neng.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Deni Daramawan menaruh perhatian lebih pada penyutikan vaksin Covid-19 untuk kelompok lanjut usia (lansia). Saat ini kepesertaan untuk vaksin lansia dosis satu sasarannya masih di bawah 40 persen dari target 67.382 jiwa.

“Kendalanya satu, yakni masih kurangnya edukasi terhadap lansia mengenai pentingnya vaksinasi Covid-19 ini. Sehingga, para lansia pada enggak mau untuk divaksin,” ujar Deni.

Menurutnya, vaksinasi terhadap lansia perlakuannya memang sedikit berbeda. Untuk itu, semua pihak mesti sama-sama mengedukasi para lansia supaya bersedia divaksinasi Covid-19. Tujuannya, supaya terbentuk herd immunity. Sehingga, bisa memutus mata rantai penyebaran penyakit ini.

“Sebenarnya, vaksinasi ini sangatlah penting. Salah satunya, untuk mencegah kejadian fatal akibat dari paparan virus corona. Di sisi lain, lansia menjadi pihak yang paling rawan terpapar virus ini,” kata Deni.(dik)