HMI Kutuk Tindakan Diskriminasi Akademi Kebidanan Bakti Asih Purwakarta

Foto : Ilustrasi.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta mengutuk keras tindakan salah satu perguruan tinggi di Purwakarta, Jawa Barat, yang diduga tidak akan mewisuda mahasiswanya lantaran tak ikut tour ke Bali.

Sekretaris Umum HMI Cabang Purwakarta Aris Rismawan menilai, sikap pihak kampus demikian merupakan bentuk terorisme pendidikan. “Sistem yang seperti itu mengebiri nilai-nilai kemahasiswaan dan nilai-nilai akademik,” tegas Aris kepada headlinejabar.com, Kamis (29/9/2016).

Kalau terus dibiarkan sistem seperti ini bisa mencoreng wajah pendidikan Purwakarta. “Harusnya pihak kampus memberikan hak kepada mahasiswanya untuk diwisuda karena proses akademik sudah dilalui oleh mahasiswa itu,” tilai Aris.

Sebelumnya, marak diperbincangkan dua orang mahasiswa smester akhir Akademi Kebidanan Bakti Asih Purwakarta mendapat tekanan dari pihak kampus dan diancam tidak bisa ikut wisuda tahun ini, hanya karena menolak ikut tour ke Bali.

Baca Juga : Tolak Ikut Tour, Mahasiswa Ini Diancam Tak Diwisuda

Bagi aktivis mahasiswa, ikut atau tidaknya tour ke Bali tidak menjadi halangan bagi mahasiswa untuk mendapatkan haknya. Jika benar mahasiswa tidak diberikan hak diwisuda karena menolak ikut tour, jelas mencoreng ikrar tri dharma perguruan tinggi. Sebab, tour itu sifatnya hanya rekreasi saja.

“Kampus juga tak selayaknya memberikan keputusan yang tak ada sangkut pautnya dengan tahapan akademik sebagai salah satu syarat untuk melaksanakan wisuda,” tandas Aris.

Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kepemudaan (PTKP) HMI Cabang Purwakarta Didin Wahidin menambahkan, dirinya sebagai mahasiswa salah satu kampus di Purwakarta, sangat merasakan apabila hak-haknya sebagai mahasiswa itu ditindas.

“Tindakan diskriminasi dan kejahatan yang sistemik ini harus segera ditindak, karena mencoreng nilai-nilai pendidikan di negeri ini,” pesan Didin.

Pihaknya mengajak seluruh elemen mahasiswa mengawal kasus ini. “Kami mengajak rekan-rekan mahasiswa Purwakarta untuk mengawal kasus ini sampai tuntas. Tindakan ini merupakan bentuk solidaritas kami terhadap terwujudnya sistem kampus yang sesuai dengan nilai-nilai akademik,” tutup dia.(*)

Editor : Dicky Zulkifly