Seberapa Sibuk Walikota Bandung Ridwan Kamil? Berikut Jawabannya

BANDUNG, headlinejabar.com

Masyarakat Kota Bandung seringkali bertanya, seberapa sibuk walikota mereka. Hal tersebut terjawab oleh Kepala Bagian Tata Usaha (TU) Sekretariat Daerah Kota Bandung, Arief Syaifudin didampingi oleh Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Yayan A. Brilyana dalam kegiatan Bandung Menjawab di Media Lounge, Kamis (2/6/2016).

Setiap bulan, tercatat kurang lebih ada 500 undangan audiensi yang masuk ke TU Setda Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, tidak semua agenda dilaksanakan oleh wali kota. Sebagian didisposisikan ke pejabat struktural lain yang relevan.

“Setiap hari Pa Wali harus menghadiri 9-12 agenda. Seringkali harus sampai larut malam,” terang Arief.

Pertimbangan agenda wali kota tersebut didasarkan pada pertimbangan urgensi atau tingkat kepentingannya.

Selain surat, Bagian TU Setda Kota Bandung juga menerima berbagai proposal pengajuan bantuan dana, termasuk hibah. Untuk tahun 2016, tercatat telah masuk 160 proposal hibah maupun bantuan lainnya. Namun, hanya 60 proposal yang lolos secara administratif yang didisposisikan ke SKPD terkait.

Untuk pelaksanaan penganggaran tahun 2017, proposal telah masuk sejak tahun ini. Per tanggal 2 Juni 2016, telah ada 41 proposal yang masuk. Dari jumlah tersebut hanya 38 proposal yang lolos secara administratif. Arief menyatakan bahwa batas akhir pengajuan proposal bantuan adalah tanggal 30 Juni 2016.

Arief mengatakan, proposal tersebut sebagian besar berisi tentang permohonan pembiayaan kelembagaan.

“Sebagian besar untuk pembiayaan lembaga,” ujar Arief.

Salah satu syarat untuk bisa mendapatkan bantuan dana dari Pemkot Bandung adalah bahwa lembaga tersebut harus berbadan hukum. “Harus berbadan hukum. Kalau tidak, kita nggak bisa,” tambahnya.

Baik surat maupun proposal yang akan diajukan oleh masyarakat ke Pemkot Bandung harus melalui Bagian TU Kota Bandung. “Suratnya ditujukan ke Pak Wali Kota, dimasukkan ke TU. Nanti kami yang proses,” kata Arief.

Tidak hanya undangan audiensi dan proposal bantuan dana. Bagian TU, berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, juga mencatat permintaan wawancara dari media, baik dari media lokal, nasional, maupun internasional.

“Dalam seminggu bisa ada 7-8 permintaan wawancara,” jelas Yayan. Permintaan tersebut berasal dari media televisi maupun radio.

Selama masa kepemimpinan Wali Kota Bandung M. Ridwan Kamil, Pemerintah Kota Bandung telah mengeluarkan 1200 keputusan dan kebijakan atas permasalahan di Kota Bandung. Jumlah keputusan tersebut termasuk yang berwujud Peraturan Wali Kota (Perwal) maupun Keputusan Wali Kota (Kepwal). 

Selama itu pula, sebanyak 64 penghargaan tingkat provinsi, 112 penghargaan tingkat nasional, dan 9 penghargaan tingkat internasional telah diraih oleh Kota Bandung.(*)


 

Editor : Dicky Zulkifly