Tidak Dirayakan Bersama Pejabat,Bupati Purwakarta Om Zein Beri Nasihat Mendalam di Hari Ulang Tahun Putranya

Bupati Purwakarta Om Zein bersama putra sulungnya, Rayi Kamla, yang baru saja berulang tahun ya ke-25.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Hari ulang tahun kerap dirayakan meriah, apalagi bagi keluarga pejabat.

Namun, hal ini tak berlaku bagi Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein.

Saat putra sulungnya, Rayi Kamla, genap berusia 25 tahun, tak ada pesta mewah atau perayaan besar-besaran.

Lewat unggahan di kanal YouTube pribadinya, Om Zein membagikan refleksi dan pesan pribadi dalam momen bertambahnya usia sang anak.

Baca Juga  Usai Dilantik, Om Zein Langsung Hadiri Paripurna Serah Terima Jabatan dan Sampaikan Pidato Perdana Sebagai Bupati Purwakarta

Ia mengingatkan Rayi untuk tetap rendah hati dan tidak terlena dengan status ayahnya sebagai pejabat.

“Di malam ulang tahunmu, renungkanlah bahwa kehidupan ini hanya sementara. Jangan terlalu berharap banyak dari dunia,” kata Om Zein penuh makna.

Ia juga menekankan bahwa menjadi anak seorang bupati bukan alasan untuk mendapatkan perlakuan istimewa.

“Jangan pernah berandai-andai ulang tahunmu akan dirayakan besar-besaran oleh pejabat, camat, atau kepala desa. Kita jalani saja dengan sederhana,” tuturnya.

Baca Juga  Timses dan Caleg Terlibat Money Politik, Siap-siap Dipenjara

Menurut Om Zein, jabatan adalah amanah yang bersifat sementara dan tidak selayaknya menjadi alasan untuk memanjakan keluarga.

Ia bahkan memilih tidak tinggal di Rumah Dinas Bupati demi menjaga keluarganya tetap hidup seperti masyarakat biasa.

“Ayah tidak tinggal di rumah dinas karena ayah ingin kalian terbiasa hidup normal. Ayah sudah kenyang dengan dinamika hidup: senang, susah, dihormati, bahkan dihina. Tapi kalian belum tentu siap jika terbiasa dilayani lalu tiba-tiba semua itu hilang,” jelasnya.

Baca Juga  Bupati Baru Sahkan RPJMD Purwakarta 2018-2023 di Tahun 2019

Ia pun berpesan agar anak-anaknya tetap menjalani hidup seperti biasa, meskipun dirinya tengah memegang kekuasaan.

“Ingat, jabatan datang dan pergi. Hanya saja saat ini ayah mendapat kepercayaan dari masyarakat, tapi itu tidak membuat kita berbeda dari yang lain,” tutup Om Zein.***