Jabar

Menkomdigi dan Gubernur Jabar Kunjungi Barak Militer, Tinjau Program Disiplin untuk Pelajar

×

Menkomdigi dan Gubernur Jabar Kunjungi Barak Militer, Tinjau Program Disiplin untuk Pelajar

Sebarkan artikel ini

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melakukan kunjungan ke barak militer Resimen Armed 1/Sthira Yudha Kostrad di Purwakarta pada Rabu, 14 Mei 2025.

Kedatangan dua orang penting di pemerintah pusat dan Jawa Barat ini, guna memantau langsung kegiatan pelajar yang mengikuti program pembinaan karakter berbasis kedisiplinan militer.

Kedatangan mereka disambut hangat oleh para siswa yang tengah menjalani pelatihan. Dalam kunjungan tersebut, keduanya menyempatkan diri berinteraksi dan mengamati aktivitas yang dirancang untuk membentuk mental dan perilaku disiplin generasi muda.

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan yang awalnya dijadwalkan selesai pada hari itu diperpanjang sementara waktu karena gedung Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Purwakarta masih dalam tahap renovasi.

Baca Juga  Kecelakaan Tol Cipali, Lima Orang Luka Satu Kritis

“Saat ini gedung sedang dibersihkan, dicat ulang, dan fasilitas seperti toilet tengah diperbaiki. Setelah rampung, pelajar akan kembali belajar di SKB dengan pendampingan dari pelatih barak,” jelas KDM begitu orang nomor satu di Jawa Barat ini disapa.

Para siswa juga dijadwalkan akan menempati mess baru pada Minggu mendatang dan akan diberi ruang untuk menyalurkan minat melalui aktivitas olahraga, termasuk sepak bola dan bulu tangkis.

Baca Juga  Pencairan Banprov 155 Desa di Purwakarta Pending

Menanggapi kontroversi yang sempat muncul di parlemen, Dedi menegaskan bahwa keikutsertaan siswa dalam program ini dilakukan atas dasar persetujuan orang tua.

“Tidak ada paksaan. Semua yang ikut adalah hasil rekomendasi keluarga. Jadi kalau ada yang memprotes, itu justru mengabaikan fakta bahwa orang tua siswa yang menginginkan program ini,” tegas KDM.

Menteri Meutya Hafid turut menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah positif untuk memperkuat fondasi karakter dan daya tahan mental generasi muda, terutama di tengah tantangan dunia digital yang semakin kompleks.

“Pelatihan ini merupakan kolaborasi strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat nilai-nilai karakter. Jawa Barat kami jadikan sebagai pilot project karena program ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional,” papar Meutya.

Baca Juga  PHK Sepihak, Ratusan Buruh Kepung PT. Anugrah Mutu Bersama di Cipeundeuy Subang

Ia juga menggarisbawahi pentingnya regulasi penggunaan permainan daring di kalangan anak dan remaja, khususnya untuk usia di bawah 18 tahun, sebagai bentuk perlindungan terhadap tumbuh kembang karakter mereka.

Pemerintah berharap, melalui pendekatan seperti ini, lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki daya tahan mental, fisik, dan karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.***