Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Antarkan Anak Kecanduan Lem ke Pesantren Cireok

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi bersama Yanah (50) Ibunda Ari Syamsudin (14) saat berdiskusi memecahkan masalah anak anak kecanduan lem untuk diantar ke Pesantren Cireok.(Redaksi)

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Status Facebook Wawan Hermansyah malam tadi Minggu (17/7/2016) sempat ramai dibagikan oleh Netizen Purwakarta. Status tersebut menceritakan tentang keberadaan seorang anak yang sering termenung sambil bersandar di trotoar kawasan Jl Suriawinata Kebon Jahe Purwakarta, Jawa Barat. Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang dikenal aktif dalam media sosial mendapati status facebook tersebut dan langsung melakukan pengecekan.

Setelah dilakukan pengecekan oleh Staf Khusus Bupati Purwakarta Ludwi Yusuf Senin (18/7/2016), anak tersebut diketahui bernama Ari Syamsudin (14) bocah asal Mekargalih RT 03 RW 02 Kecamatan Jatiluhur Purwakarta dan dipanggil langsung ke rumah dinas Bupati Purwakarta Jl Gandanegara No 25 beserta orang tua dan Kepala Desa Mekargalih.

Sesampainya di rumah dinas, Yanah (50) Ibunda bocah tersebut menceritakan kondisi anaknya. Dari penuturan sang bunda, diketahui bahwa Ari tidak mau ikut dengan ibunya setelah kedua orang tua Ari bercerai.

Foto : Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memanggil Ari Syamsudin (14) bocah asal Mekargalih RT 03 RW 02 Kecamatan Jatiluhur Purwakarta ke rumah dinas Bupati Purwakarta Jl Gandanegara No 25 beserta orang tua dan Kepala Desa Mekargalih. Dedi terlebih dahulu memberikan nasihat terhadap anak tersebut.(Redaksi)

“Gimana atuh Pak, diurus pun susah sekali. Tidak mau ikut saya. Malah sering saya dengar dia sering mengemis juga. Minta tolong Pak Dedi saja untuk mendidik anak saya ini,”  jelas Yanah.

Yanah pun sempat menceritakan bahwa anaknya sering kabur dari sekolah dan bergaul dengan teman yang usianya jauh diatasnya sehingga terbawa pergaulan kelompok anak-anak yang sering mabok lem. “Susah sekali Pak, saya masukan dia ke sekolah tapi malah kabur, kemudian bergaul dengan anak-anak yang bukan sebayanya. Lebih parah lagi anak saya ini suka mabok lem karena pergaulan itu. Saya hanya bisa memarahinya,” kata Yanah.

Menanggapi keluhan warganya ini, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi langsung mengambil tindakan tegas. Dia mengirim Ari ke Pesantren Cireok Campaka untuk menjalani rehabilitasi fisik dan mental disana. “Kalau seperti ini Ari saya kirim ke Cireok ya, disana berobat sambil ngaji di Pesantren. Tidak boleh coba-coba kabur. Kalau kabur saya masukan Ari ke Lembaga Pemasyarakatan anak-anak,” tegas Dedi.

Dedi pun meminta masyarakat agar turut berperan aktif dalam menyelesaikan masalah anak-anak broken home. Sehingga pemerintah tidak sendirian dalam mencarikan solusi atas salah satu persoalan pelik yang kerap kali terjadi di masyarakat ini.

“Ini anak broken home, masyarakat harus aktif bersikap sebagaimana orang tua mereka. Jadi pemerintah tidak bisa sendirian,” pungkas Dedi sambil mengantar Ari memasuki mobil untuk dikirim ke Pesantren Cireok.(*)


Editor : Dicky Zulkifly