Pemkab Purwakarta Kirim Air Bersih Bantu Wilayah Kekeringan

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Di musim kemarau tahun ini, nampaknya sudah terasa oleh masyarakat Kabupaten Purwakarta, diantaranya adalah sulitnya mendapatkan air disejumlah wilayah di Purwakarta.

Diantaranya di Kampung Citalaksana Girang, Desa Gurudug, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta yang mengalami krisis air bersih,sejak beberapa pekan lalu.

Untuk meringankan beban masyarakat, Pemkab Purwakarta langsung bergerak dengan mengirimkan tanki pengangkut air bersih.

“Kita bantu pada Jumat dan Selasa 31,kami kirimkan air bersih dari PDAM,ada 7 kali pengiriman untuk 33 KK di Kp. Cintalaksana,” ujar Penjabat Bupati Purwakarta, MT Budi Santoso. Di Purwakarta Rabu, (1/8/2018).

Baca Juga  Budaya Lima Tahunan, Jasa Tirta II Inspeksi Tailrace

Bukan hanya masyarakat, Pemkab pun terus memantau lahan pertanian yang di daerah mengalami kekeringan, seperti irigasi dan air bersih.

Untuk pertanian, Pemkab pun mengarahkan agar para petani menanam palawija yang tidak banyak membutuhkan air.

“Kalau ada yang membutuhkan, silahkan melapor dan kami siap bantu,” ujarnya.
 
Terancam Kekeringan.

Bukan hanya di wilayah Gurudug, yang sudah mengalami kekeringan, ancaman sama pun bisa terjadi di wilayah Purwakarta lainnya.

Baca Juga  Ribuan Santri Karawang Peringati Hari Santri Nasional

Mengantisipasi hal itu, Pemkab Purwakarta siap memberikan bantuan berupa pasokan air bersih.

Menurut Kepala Bidang Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekontruksi, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangam Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, Adang Sarip mengatakan, ada tujuh kecamatan di Kabupaten Purwakarta masuk kedalam kategori rawan krisis air bersih.

Diantaranya Kecamatan Tegalwaru, Jatiluhur, Campaka, Cibatu, Babakancikao, Pondoksalam dan Kecamatan Purwakarta Kota , diman untuk mengntisipasi kemungkinan terjadi krisis air bersih.

Baca Juga  Ribuan Petani Dukung Penertiban KJA Jatiluhur

“Tidak semua desa, tapi beberapa desa di kecamatan tersebut selalu rawan kekeringan,” ujarnya.

Bahkan pihak BMKG sendiri merilis, disejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Purwakarta, kemarau bia berlangsung cukup lama, bahkan teriknya matahari bisa membuat beberapa titik mengalami kekeringan.

“Antisipasi saja dan kita siap membantu warga yang mengalami kesulitan air bersih,” ujar Adang.(rls)