Jabar

Soal Outsourcing, Dedi Mulyadi Makmum Pada Gagasan Bung Karno

×

Soal Outsourcing, Dedi Mulyadi Makmum Pada Gagasan Bung Karno

Sebarkan artikel ini

Foto : Soal Outsourcing, Dedi Mulyadi Makmum Pada Gagasan Bung Karno

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penerapan sistem outsourcing pada semua jenis pekerjaan sangat merugikan kehidupan para pekerja. Menurut dia, sistem tenaga kontrak itu tidak boleh diterapkan pada jenis pekerjaan inti, harus jenis pekerjaan lain. 

Hal ini dia sampaikan dalam acara Dialog Industri bersama tokoh industri Jawa Barat di President University. Tepatnya, di kawasan industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Rabu (18/4/2018). 

Baca Juga  Kejakasaan Cibadak Dapat Bantuan Mobil Khusus

“Outsourcing tidak boleh ada pada pekerjaan inti. Seharusnya dia (outsourcing) hanya eksis untuk pekerjaan temporer perusahaan. Kalau semua di-outsourcing-kan, itu namanya mencari keuntungan dari hasil keringat orang lain. Ini tidak boleh terus terjadi,” katanya. 

Pasangan Deddy Mizwar tersebut mengaku menjadi makmum gagasan Bung Karno kaitan dengan fenomena dunia industri itu. Kata dia, menurut Proklamator Indonesia itu, tidak boleh ada penghisapan manusia atas manusia. 

“Bahasa kerennya, exploitation de’l homme par l’homme. Upah tenaga kerja outsourcing dipotong, maka dia yang memotong dapat uang dari keringat orang. Gak boleh dong,” ujarnya. 

Baca Juga  Optimalisasi Akuntabilitas dan Kinerja OPD, Pemkab Purwakarta Gelar Rakor SAKIP

Untuk diketahui, skema outsourcing melibatkan perusahaan penyedia tenaga kerja. Biasanya, perusahaan tersebut bekerja sama dengan sektor industri dalam rangka procurement tenaga kerja. 

Umumnya, setelah calon tenaga kerja mendapatkan pekerjaan, upahnya dipotong dalam jumlah tertentu oleh perusahaan penyedia tenaga kerja.

“Masa kita tega?. Misalnya, office boy, sudah tahu gajinya kecil, masa sih kita potong juga?. Enggak kasihan?,” ucapnya.

Forum dialog yang digelar oleh President University tersebut memang bertujuan menggali visi dan misi calon pemimpin Jawa Barat. Rektor Presiden University, Jony Oktavian Haryanto memandang perlu atas penyelenggaraan kegiatan ini. 

Baca Juga  Dandim 0604 Karawang Buka Bersama 2.000 Petani

“Kami ingin menggali lebih dalam visi, misi dan program kerja para calon pemimpin Jabar. Masyarakat harus mengetahui secara detail dan mendalam semuanya,” singkatnya. 

Bukan hanya Dedi Mulyadi, kandidat lain seperti Anton Charliyan juga mendapatkan kesempatan memaparkan visi dan misinya. Sebelumnya, President University juga mengundang Ridwan Kamil dan Sudrajat untuk tujuan yang sama.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY