Bupati Anne Tak Mau Sekolah Jadi Klaster Baru Covid-19

Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Anne Ratna Mustika saat meninjau program beras kaheman di SMP Negeri 7 Purwakarta, Kamis 28 Oktober 2021/headlinejabar-Diky Julkifli.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) menjadi hantu yang menakutkan bagi masyarakat sudah hampir dua tahun lamanya.

Virus ini bukan hanya mengancam kesehatan masyarakat, melainkan juga mengganggu roda perekonomian, pendidikan, sampai unsur kehidupan primer lainnya.

Perihal urusan pendidikan, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika tidak menginginkan sekolah di daerahnya menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19 selama pembelajaran tatap muka berlangsung.

“Tahun ini merupakan tahun kedua dalam suasana pandemi Covid-19,” kata Anne, Rabu (24/11/2021).

Ia mengatakan, meski di masa pandemi Covid-19, saat ini sudah memungkinkan untuk bersekolah, yakni dengan pembelajaran tatap muka secara terbatas dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang ditetapkan.

Dia menyampaikan, pemerintah tidak ingin sekolah-sekolah menjadi klaster baru dalam penyebaran Covid-19. Karena itu, keselamatan dan kesehatan anak didik, pendidik, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas utama.

“Diharapkan dengan kembali dibukanya sekolah, dapat menekan angka learning loss dan meminimalisasi terjadinya lost generation pada anak didik kita,” katanya.

Menurut dia, pembelajaran penting usai Covid-19 adalah peran guru tidak dapat digantikan oleh teknologi. Karena huru adalah suri tauladan, kawan belajar, dan pemberi semangat ulung agar bara api anak didik tetap menyala untuk terus belajar meraih mimpi.

Ia menyampaikan, tanggal 25 November 1945 adalah momentum bersejarah, saat itu para guru di seluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organisasi dengan paham dan golongan yang berbeda, dengan bersemangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu wadah organisasi yaitu Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Menurut dia, PGRI sebagai rumah besar pendidikan harus terus bergerak, mengabdi, dan memperbarui diri agar senantiasa adaptif dan responsif terhadap perubahan zaman yang terus berkembang.

“Dalam hal ini, PGRI harus berada di jajaran paling depan dalam inovasi dan pengembangan teknologi pendidikan untuk sebaik-baiknya kepentingan peserta didik dalam pengembangan dirinya,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Purwakarta, Purwanto mengingatkan hal yang berkaitan dengan penguatan komitmen bahwa guru merupakan elemen penting dalam sistem pendidikan nasional.

“Kita semua menyadari bahwa tanpa guru kelas-kelas tidak akan bisa melakukan pembelajaran tanpa pembelajaran anak-anak kita tidak akan menjadi apa-apa,” katanya.(dik)