Cijaya Dicap Desa Terkotor di Purwakarta

PURWAKARTA, headlinejabar.com
Kebersihan sebagian dari pada iman mengingatkan slogan tersebut bagi Kepala Desa Cijaya Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menjadi dasar melakukan kerja bakti pada setiap hari Senin dan Kamis. Menjadi waktu yang wajib membersihkan lingkungan, apalagi Desa Cijaya pernah dicap Bupati Purwakarta sebagai desa terkotor.
“Pada waktu itu memang kami akui banyaknya orang yang tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan sepanjang jalan utama desa cijaya, bahkan di depan halaman desa, sampai bupati mencap desa cijaya menjadi desa terkotor. Namun demikian dengan hal tersebut kami langsung melakukan kegiatan wajib melakukan kebersihan setiap selasa dan kamis dan nyatanya memang sangat besar manfaatnya,” ungkap Kepala Desa Cijaya Tri Sutisna, saat ditemui di lokasi pembersihan jalan, Kamis (24/3/2016).
Menurutnya,bersihnya lingkungan akan terasa tatkala musim hujan disamping akan terlihat rapih dan asri.
“Coba lihat saat hujan datang air selokan akan lancar mengalir tidak terjadi banjir dan tidak menimbulkan bau. Warga merasa nyaman lingkungan tidak tergenang mau ke luar rumah tidak was-was,” jelasnya.
Membersihkan setiap selasa dan kamis, lanjutnya, rencananya akan diberlakukan tingkat kecamatan dan memang dinilai perlu untuk dilakukan seperti itu.
“Kami nilai memberlakukan itu sangat baik mengingat dua kali dalam seminggu membersihkan lingkungan cukup sebab terlalu lama lingkungan terlalu cepat kotor. Saat ini yang terpenting memelihara saluran air karena hujan cukup sering turun. Sementara kepedulian warga sangat penting dan kita lakukan ini untuk memberikan contoh agar warga sendiri menyadari pentingnya lingkungan bersih,” tutupnya.(ays/dzi)