PPKM Level 3 di Purwakarta Efektif, Satu Kecamatan Jadi Zona Hijau

Kepala Dinkes Purwakarta, Jawa Barat, /Kepala Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (Covid-19) dr Deni Darmawan/headlinejabar-Diky Julkifli.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, tengah menerapkan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 sampai 30 Agustus 2021 mendatang. Penerapan PPKM Level 3 dinilai efektif menekan mobilitas warga dan sebaran infeksi Covid-19.

Kecamatan Maniis, satu dari 17 kecamatan di Kabupaten Purwakarta, ditetapkan berstatus zona hijau Covid-19. Tidak ada warga di Kecamatan Maniis yang terinfeksi Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta yang juga Kepala Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dr Deni Darmawan mengatakan, meski satu kecamatan berstatus zona hijau, namun secara general zonasi Covid-19 di Purwakarta masih variatif.

“Ada yang berstatus zona merah, kuning, oranye dan hijau. Alhamdulillah, kecamatan di kami sudah ada yang kembali masuk ke zona hijau. Tidak ada kasus Covid-19 di situ,” ujar Deni kepada awak media, Jumat (27/8/2021).

Data GTPP Covid-19 Purwakarta per tanggal 26 Agustus 2021, terdapat enam kecamatan berstatus zona merah. Yakni Kecamatan Purwakarta, Bungursari, Babakan Cikao, Jatiluhur, Sukatani, Plered dan Darangdan.

“Yang masuk zona oranye, ada lima kecamatan. Kecamatan Campaka, Pasawahan, Pondoksalam, Kiara Pedes dan Wanayasa. Selanjutnya, kecamatan yang masuk zona kuning, yaitu Cibatu, Bojong, Sukasari dan Tegalwaru. Dan Kecamatan Maniis masuk zona hijau,” ucap Deni.

Data warga yang terinfeksi Covid-19 di Purwakarta terus mengalami penurunan. Infeksi Covid-19 per 26 Agustus 2021 kemarin sebanyak 140 orang. Jumlah tersebut, turun 19 orang dari data hari sebelumnya.

“Sedangkan pasien yang suspek ada 135 orang. Jumlahnya turun 24 orang dari data hari sebelumnya,” kata Deni.

Salah seorang warga Purwakarta yang baru sembuh dari Covid-19, David Maulana (27) mengingatkan, jika Covid-19 itu benar-benar ada. Sebagai kelompok muda, David mengaku tak menyangka dirinya bisa terinfeksi Covid-19. Padahal, dia sudah pernah divaksin dan tidak merasa kontak erat dengan orang yang terinfeksi Covid-19.

“Masih ingat, saya didiagnosa positif Covid-19 hasil PCR itu sepulang dari Cikarang Bekasi. Ada keperluan kerjaan waktu itu. Saya dinyatakan positif, dan isolasi mandiri. Saya merasa sesak dan batuk-batuk. Intinya kepada semua masyarakat Purwakarta tetap waspada, taati prokes dan PPKM,” kata David.(dik)