Pendidikan

PGSD UPI Purwakarta Gelar Pelatihan STEM untuk Guru SD

×

PGSD UPI Purwakarta Gelar Pelatihan STEM untuk Guru SD

Sebarkan artikel ini

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Program Studi (Prodi) Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta menggelar Pelatihan Aktivitas Desain Rekayasa Pembelajaran Sains, Teknologi, Engineering dan Matematika (STEM) untuk guru SD yang dilakukan secara virtual, kemarin.

Pelatihan yang diikuti 26 guru di Purwakarta dibuka oleh Ketua Prodi PGSD UPI Purwakarta Hafiziani Eka Putri dan dipandu oleh Fitri Nuraeni.

Baca Juga  Prodi Akuntansi UBP Karawang Menanamkan Jiwa Berwirausaha Sejak Dini Terhadap Peserta Didik di Negara Thailand

Hafiziani menegaskan pembelajaran STEM sangat bermanfaat bagi siswa karena dapat mengembangkan keterampilan abad 21.

Sementara itu, Ketua Kegiatan Pelatihan, Fitri Nuraeni mengatakan pentingnya implementasi pembelajaran STEM ditingkat sekolah, terutama di Sekolah Dasar.” Sejumlah negara yang memprioritaskan pendidikan dan penelitian STEM akan membuat kemajuan dalam mengentaskan kemiskinan dan menyokong pertumbuhan ekonomi,” jelas Fitri.

Fitri mengungkapkan substansi pelatihan mencakup landasan teoritik dan pedagogic terkait aktivitas desain rekayasa dalam pembelajaranSTEM ditingkat SD. “Kita juga memberikan contoh aktivitas desain rekayasa yang berkaitan dengan materi pembelajaran di SD,” ujarnya.

Baca Juga  Kolaborasi Kampus dan DKUPP: 132 Mahasiswa FEB UNISMU Ikuti KPB–PKL 2025

Selain itu,lanjut Fitri, peserta pelatihan diajak untuk melakukan praktek aktivitas desain rekayasa, yaitu membuat binatang dari kertas yang bisa berjalan sendiri. Peserta sangat antusias dengan kegiatan praktek tersebut. “Alhamdulillah, gurunya juga bahagia, apalagi nanti kalau anak-anak praktek langsung,” ujar Heni Hendarsih, seorang peserta pelatihan dari SDN Nagri Kidul Purwakarta.

Peserta pelatihan lainnya Agistia Fadriyah menambahkan kegiatan pelatihan ini akan lebih menyenangkan jika diadakan secara luring dengan Protokol Kesehatan (Prokes) secara ketat. Agistia berharap program pelatihan ini berkelanjutan sehingga bisa mengupdate pengetahuan baru tentang inovasi-inovasi pembelajaran.(dik)

Baca Juga  Unhan Mengajar di SMK dan MA Islamic Centre Cirebon