SMK Islam Teknologi Al-Fath Berkonsep Enteurpreuner

Foto : Pimpinan Yayasan Pasntren dzikir Al-Fath KH Fajar Laksana dan Wakil Walikota Sukabumi H Achmad Fahmi saat penandatanganan Peresmian SMK IslamTeknologi Al-Fath

SUKABUMI, HeadlineJabar.com
Wakil Walikota Sukabumi Achmad Fahmi memberikan apresiasi tinggi pada Yayasan Dzikir Al-Fath yang telah mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam Teknologi Al-Fath Kota Sukabumi.

Sekolah yang baru diresmikannya benar-benar unik dan menjanjikan. Pasalnya, penyerapan kerja kepada siswa yang lulus nanti sudah disiapkan oleh pihak yayasan tersebut.

“Disisi lain, membantu pemerintah dalam penyerapan tanaga kerja,” ujar Fahmi usai meresmikan SMK Islam Teknologi Al-fath Kota Sukabumi.

Bangga dengan sekolah tersebut, Fahmi sendiri mempunyai alasan, yakni, sekolah ini sudah memiliki berbagai jenis usaha sendiri, sehingga siswa yang lulus nanti tinggal bekerja di usaha milik yayasan Al-fath, tinggal dikembangkan ledepannya,” ujarnya

Sebenarnya kata Fahmi, pelajar di Kota Sukabumi memiliki potensi yang tinggi dan bisa menjadi bintang, namun permasalahanya, ada kemauan tidak dalam jiwanya.

“Kalau yang mencetak lulusan yang cerdas itu gampang, tapi ada tidak yang bisa mencetak lulusan sekolah langsung ditempatkan di dunia kerja.”Makanya, dengan kehadiran sekolah ini, bisa memberikan warna yang baik, serta bisa memberikan jawabannya,” ujarnya

Pemilik sekaligus Ketua Yayasan Al-fath Sukabumi Fajar Laksana menjelaskan, sekolah yang dibangunnya ini sudah memiliki 33 jenis usaha, diantaranya, minimarket, perbankan dan sales makanan. Tujuannya, sekolah ini memeprkenalkan langsung kepada siswanya terjun langsung ke dunia usaha.

“Sekolah ini tidak memiliki konsep ada istilah Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau magang, melainkan langsung siswanya bekerja dengan sisitem paruh waktu, sehingga jiwa entrepeneurnya (usaha atau bisnis) akan muncul

Sekolah yang beralamatkan di jalan Otista Kecamatan Cikole Kota Sukabumi mempunyai tiga jurusan yaitu perbankan syariah, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) dan Manjemen Bisnis tersebut siap bersaing dengan sekolah kejuruan-kejuruan lainya, meskipun saat ini baru sekitar 60 siswa yang saat sedang belajar.

“Saya juga berharap, sekolah yang saya dirikan bisa menjawab semua tantangan, khusunya mencetak siswa yang lulus nanti sudah terserap oleh dunia usaha,” ujar Fajar.(rie)