Melirik Sisi Lain Festival Seni Bela Diri Dunia Purwakarta Tadi Malam

PURWAKARTA, headlinejabar.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta, Jawa Barat, sukses menggelar Festival Seni Bela Diri Dunia di Taman Air Mancur Sri Baduga Situ Buleud pada Sabtu (2/4/2016) sejak pukul 19.00 sampai 00.00 WIB. Banyak keunikan yang diperoleh dari pelaksanaan even yang mengundang delegasi sebanyak enam negara itu.
Kegiatan ini mengundang pengunjung Sri Baduga yang melonjak hampir tiga kali lipat dari biasanya. Ini terbukti dari puluhan ribu pengunjung yang berdesak-desakan baik di dalam maupun luar areal taman.
Panitia sampai membuka tiga sesi buka tutup gerbang taman. Padahal, biasanya Taman Sri Baduga hanya melayani dua sesi atraksi air mancur. 
Di setiap sesi, panitia hanya akan memasukkan paling banyak 5.000 pengunjung. Jika dikalikan tiga, maka sudah pasti pengunjung yang memasuki Taman Sri Baduga sebanyak 15.000 pengunjung.
Pantauan di lokasi, headlinejabar.com memprediksi dalam setiap gerbang dibuka, pengunjung yang masuk bisa dikatakan lebih dari batas 5.000 pengunjung. Diyakini, pengunjung yang hadir di malam tadi sebanyak lebih 20.000 pengunjung.
Sisi lain kemeriahan pergelaran seni bela diri ini juga terlihat dari para petugas keamanan yang kewalahan mereda kesabaran pengunjung. Beberapa kali, petugas mesti adu mulut dengan pengunjung yang tak sabar untuk segera masuk areal taman. 
Kurang lebih lima jam lamanya, Festival Seni Bela Diri Dunia dihelat di taman air mancur terbesar se-Asia Tenggara ini. 

Foto : Lonjakan pengunjung terlihat di luar Taman Sri Baduga Situ Buleud Purwakarta. Mereka terlihat antre di luar gerbang masuk taman

Di sesi pertama, banyak pengunjung yang telat datang, akibatnya mereka tertahan di luar gerbang. Jumlah pengunjung yang hadir, cukup luar biasa banyaknya. Bahkan, saat melakukan peliputan, headlinejabar.com mesti berdesak-desakan berdiri di antara ribuan pengunjung.
“Ada apa sih sebetulnya di dalam, sampai ramai kayak ginih. Gak seperti biasanya,” ujar pengunjung remaja perempuan, berdesus pada temannya.  
Saat ditelusuri, pengunjung yang hadir bukan hanya dari dalam Purwakarta, melainkan luar provinsi dan pengunjung domestik yang lain. Mereka sabar menunggu giliran masuk, sesekali pengunjung berjalan memutar dan singgah di tempat masakan kuliner (Wiskul, red) yang sudah disiapkan. 
Pelaksanaan Festival Seni Bela Diri Dunia yang digelar berdasarkan hitungan secara global merupakan kali ketiga sepanjang masa. Pelaksanaan ketiga, Indonesia melalui Purwakarta menggagas kegiatan ekspresi para seniman bela diri tersebut.
Para pengunjung juga memanfaatkan even ini sebagai ajang edukasi pembelajaran seputar seni bela diri lokal dan dunia. Rekreasi bareng keluarga, sampai ada yang menggelar reuni dengan teman, kolega dan sahabat lama.
Bukan berarti yang telat atau tidak berkesempatan masuk ke dalam areal taman tidak beruntung. Pasalnya, mayoritas orang yang mengunjungi Taman Sri Baduga berekspresi ceria. Ada yang memanfaatkan momen ini untuk berselfie, foto bareng, dan merekam seluruh adegan pertunjukan sebagai dokumentasi. 
Pemkab Purwakarta bisa dikatakan sukses dalam membangun indeks kebahagiaan masyarakat, elemen pembangunan yang selama ini terbilang dilupakan oleh para pemangku kebijakan di daerah lain. Melalui wisata edukasi ini, Pemkab Purwakarta juga mengharapkan adanya perkembangan di beberapa sektor daerah. Ekonomi, pendidikan, destinasi wisata sampai harapan lain yang belum terucapkan.
Lebih penasaran tentang dan seputar Taman Sri Baduga Situ Buleud yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Purwakarta? Ikuti terus perkembangan berita headlinejabar.com, seputar taman tersebut.(*)

Reporter /Editor : Dicky Zulkifly