Ekonomi

Banyak yang Keberatan Soal Rencana Pencabutan Subsidi Gas Melon

×

Banyak yang Keberatan Soal Rencana Pencabutan Subsidi Gas Melon

Sebarkan artikel ini

DEPOK, headlinejabar.com

Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan mencabut subsidi elpiji 3 kilogram, mendapatkan banyak respon dari masyarakat.

Terutama kalangan usaha kecil dan ibu-ibu rumah tangga.

Anita (40) salah satu ibu rumah tangga di Cilodong,
merasa keberatan apabila harga gas melon harus naik menjandi Rp35.000 per tabung.

“Kalau sampai naik tentu saya keberatan apa lagi naik nya sangat banyak, kalau bisa di pertimbangkan kita ini hanya masyarakat kecil yang penghasilannya pas-pasan jangan di buat tambah berat,” pintanya.

Baca Juga  Acara Napak Tilas Purwakarta Bikin Wanayasa Kuliner Fair Happy Cuan

Hal yang sama juga di sampaikan Edi pedangan gorengan yang merasa kaget mendengar ada rencana kenaikan harga gas melon dalam waktu dekat.

“Kenapa harus rakyat kecil yang di korban lagi ini aja lagi sepi kalau naik otomatis dagangan juga naik mana bisa laku,” ujarnya.

Sementara itu Penasehat Hiswanamigas Athar Susanto menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik dengan adanya wacana kenaikan gas elpiji 3 Kg.

Baca Juga  Daging Sapi Lokal Habis Diborong Kaum Ibu di Hari Terakhir Bazar Ramadan PKK Purwakarta

“Ya untuk masyarakat Depok tidak usah khawatir bahwa LPG 3 kg di Wilayah Depok masih tersedia seperti biasa dan tidak ada pengurangan dan Harga tetap di Pangkalan sebesar Rp. 16.000/tabung 3 kg,” jelasnya.

Bahkan dirinya mengatakan bahwa kenaikan harga gas elpiji tersebut masih dalam pembahasan Pemerintah pusat untuk itu dirinya sekali mengatakan untuk masyarakat tidak perlu panik.

Baca Juga  UMKM Gerbang Ekonomi Bangkit Saat Pandemi Covid-19

“Yang jelas ini baru wacana dari Pemerintah Pusat dan belum ada informasi dalam waktu dekat untuk mencabut subsidi gas 3 Kg,” tutupnya.(yop)