Bantuan Akomodasi Baznas Selamatkan 8 Warga Purwakarta yang Terlantar di NTT

Delapan warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang sebelumnya telantar di Liliba, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, akhirnya bisa pulang dengan selamat.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Delapan warga Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang sebelumnya telantar di Liliba, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, akhirnya bisa pulang dengan selamat.

Mereka dipulangkan dengan bantuan akomodasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Purwakarta, setelah terlantar hampir satu bulan.

Ketua Baznas Purwakarta Saparudin mengatakan, kedelapan warga tersebut sebelumnya dijanjikan akan bekerja di sana. Tapi sudah hampir satu bulan pekerjaan yang dijanjikan pihak perusahaan belum juga ada.

Baca Juga  Bupati Purwakarta Surati Mendagri, Pertimbangkan Usulan Perjalanan Dinas Dewan

“Delapan orang yang dipimpin Emad Acah tersebut terlantar di Provinsi NTT sudah hampir satu bulan. Pihak Pemkab Purwakarta mengetahui telantarnya mereka setelah ramainya unggahan di media sosial Facebook,” kata Saparudin kepada awak media ketika menyambut kepulangan warga yang telantar di Kantor Baznas Purwakarta, Senin (8/11/2021).

Saparudin menjelaskan pembiayaan kepulangan kedelapan warga Purwakarta tersebut merupakan hasil koordinasi antar Baznas dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Purwakarta atas perintah Bupati Purwakarta.

Baca Juga  Bakti Sosial Warga Bersihkan Puing Rumah Korban Kebakaran di Pabuaran Subang

“Merek totalnya ada 16 orang, hanya delapan orang Purwakarta, sisanya warga Karawang. Yang warga Karawang sekarang ini kepulangannya masih diurus Pemkab Karawang,” jelasnya.

Baznas memberikan fasilitas kepulangan bagi mereka yang telantar dengan biaya swab dan tiket pesawat.

Saparudin menambahkan, pihaknya menjemput kedelapan warga tersebut di Bandara Soekarno-Hatta.

“Kita transfer tiket dan biaya swab ke sana karena mereka ditampung paguyuban warga Jawa Barat di sana,” tambahnya.

Baca Juga  Maksud Hati Jenguk Orang Sakit, Dedi Mulyadi Malah Diserbu Emak-Emak

Sebagai penutup, Saparudin mengingatkan warga Purwakarta lebih hati-hati saat menerima tawaran pekerjaan di luar daerah agar tidak terjadi hal serupa.(dik)