BKPSDM Pastikan Tenaga Pendidik Purwakarta Bekerja di Tengah Pandemi Covid-19

Kepala BKPSDM Purwakarta Asep Supriatna menyambangi sekolah terluar pastikan ASN tetap kerja/headlinejabar-Diky Julkifli

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Memastikan tenaga pengajar di Purwakarta bekerja sesuai tanggungjawabnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Purwakarta, Asep Supriatna menyambangi sekolah hingga ke desa terluar di Purwakarta.

Seperti pada Jumat (29/1/2021) di SDN 2 Nangewer, Kecamatan Darangdan yang berbatasan dengan kabupaten Bandung Barat ini.

Asep ditemani beberapa stafnya terlihat datang mendadak dan langsung masuk ke ruang guru yang pada saat itu sedang melakukan rapat evaluasi pembelajaran.

Kepala SDN 2 Nangewer, Tita Puspita saat ditanya Asep, menjelaskan kondisi pembelajaran di sekolahnya selama pandemi Covid-19.

Menurut Tita, Pembelajaran Jarak Jauh (PPJ) dengan berbasis online atau daring, yang diberlakukan nasional selama Covid-19, faktanya dilapangan banyak kesulitan yang dihadapi.

“Dari total siswa sebanyak 246 orang, hanya 100 orang siswa yang memiliki handphone yang online, dan 40 orang siswa numpang ke tetangga untuk mengikuti pembelajaran secara daring,” ujar Tita.

Melihat kondisi tersebut, sambung Tita, para guru harus putar otak agar para siswa tetap mendapat asupan pelajaran, meskipun dari rumah.

Sehingga langkah yang diambil adalah mengharuskan guru untuk menemui anak didiknya ke rumah masing-masing.

“Di SDN 2 Nangewer, selain menggunakan metode belajar secara daring maupun luring (luar jaringan), kami juga menggunakan metode pembelajaran Gurling atau ‘Guru Nguriling’ ke rumah-rumah siswa yang tidak memiliki Handphone Android ataupun laptop,” tambahnya.

“Agar semua siswa bisa mengikuti belajar daring, kami harap ada bantuan inventaris handphone android dan kuota internet bagi siswa. Kalaupun tidak semoga aja ada honor tambahan bagi guru di sini,” ungkapnya.

Mendapat penjelasan tersebut, Asep mengapresiasi apa yang dilakukan pihak sekolah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya mengajar anak-anak.

Apalagi ditengah keterbatasan fasilitas handphone dan jaringan internet serta geografis di desa Nangewer kecamatan Darangdan.

“Tentu ini butuh perhatian kita pemerintah daerah. Agar upaya kebijakan pendidikan terutama tenaga pendidik disini dapat mengabdi dengan baik ditengah keterbatasan.”, ungkap Asep.

Asep pun menegaskan, kedatangannya ke daerah terpencil, untuk memastikan jika tenaga pendidik sebagai sumber daya manusia yang digaji oleh negara, betul-betul mengabdi dengan baik ditengah keterbatasannya.

Sehingga menurutnya, kesan yang melekat saat ini terhadap guru ditengah masa pandemi Covid-19, yang menyebut guru hanya makan gaji buta karena sekolah diliburkan, adalah kesalahan besar dan perlu diluruskan.

“Jadi jangan juga dianggap guru itu tidak bekerja saat Covid-19 seperti sekarang ini. Kita pastikan sekarang, seluruh perangkat yang kita miliki semuanya bekerja dengan mengerahkan kemampuan yang ada.”, ujarnya.(dik)