Wayang dan Puisi Sukuraga Siap Menggebrak TIM

Foto : Dua Seniman Efendi Sukuraga dan Asrizal Nur penyair melayu, berduet dalam Konser Wayang dan Puisi Sukuraga di Taman Ismail Marjuki, Jakarta pada 5 – 6 Maret 2016 nanti

SUKABUMI, headlinejabar.com

Melalui wayang “Sukuraga” seorang Seniman Sunda Efendi  dan penyair melayu Asrizal Nur akan berkolaborasi menggelar konser pertamanya di Taman Ismail Marjuki (TIM) Jakarta 5- 6 Maret 2016 nanti. Perpaduan apik duet seniman dan penyair yang penuh inovatif, kreatif dan spektakuler ini diharapkan mampu menembus pasar dunia.

“ Suku raga merupakan sebuah karya wayang anggota badan, karena anggota badan dengan seni  sangatlah dekat jadi suku raga bisa diartikan seni yang digerakan oleh anggota badan,” jelas Efendi kepada wartawan. Saat pengukuhan Sukuraga sebagai kekayaan budaya Indonesia asli Sukabumi Oleh Walikota Sukabumi, disebuah hotel bintang tiga di Jalan Siliwangi Kota Sukabumi Jawabarat, Jumat (12/2/2016).

Baca Juga  Terimakasih AKBP Matrius, Selamat Datang AKBP Indra Setiawan

Effendi menjelaskan, kenapa suku raga disebut kekayaan budaya dunia. Karena diseluruh dunia mempunyai anggota badan dibuatlah satu kesenian itu yang dinamai suku raga. Didalamnya juga terdapat seni  rupa, seni tari dan seni musik. “ saya bersama Asrizal Nur akan berkolaborasi, dan saya rasa baru pertama kali diindonesia  konser seni wayang ini dipadukan dengan seni puisi,” jelasnya.

Baca Juga  Pahit, Purwakarta Terima Banprov Terkecil di Jawa Barat

Penyair kawakan Asrizal Nur (Asnur) menjelaskan, wayang sukuraga bukanlah sekedar wayang biasa namun sebagai alat multimedia,karena  kemajuan teknologi dijadikanlah suku raga itu sebuah karya seni. “Sebelumnya wayang  Sukuraga pernah dipentaskan berikut tari generasi pertama, tinggal diwarnai oleh karya baru gurindam sukuraga namanya,” jelas Asnur.

Asnur berpendapat, Sukabumi itu mempunyai seniman yang kuat dan dapat menembus dunia. Dengan lahirnya Sukuraga menjadi ketertarikan semua orang karena didunia mempunya raga. “ berawal dari seni rupa karya efendi, dikembangkan menjadi seni wayang, jika terus dikembangkan akan dikenal tidak hanya di Indonesia tapi mendunia,” pungkasnya.

Baca Juga  Pengangguran Purwakarta Tertinggi di Jabar

Sukuraga merupakan seni wayang yang berasal dari seni rupa, namun bukan wayang biasa seperti wayang lainnya, pemeran wayang sukuraga menggambarkan seluruh anggota badan yang ada di tubuh kita, seperti mata, hidung, telinga daln lainnya akan menjadi suguhan menarik. Perpaduan duet seniman dalam satu pentas ini diharapkan menarik minat penonton. (rir)