Ternyata ASI Bukan Hanya Bermanfaat untuk Bayi, Tapi…

Foto : Ilustrasi.ISTIMEWA

DEPOK, headlinejabar.com

Belum semua mengetahui manfaat air susu ibu (ASI). Manfaat ASI bagi tumbuh kembang bayi tak bisa dipertanhakan lagi.

Penelitian membuktikan, ASI bukan hanya besar manfaatnya untuk bayi. Namun juga bagi ibu yang memberikan air susunya terhadap bayi.

Salah satu manfaat yang diperoleh sang ibu, ia diprediksi besar akan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya.

dr Utami Roesli, Sp A, IBCLC, FABM menjelaskan dari manfaat ASI terhadap bayi maupun ibu. Bagi muslim, 1400 tahun lalu Nabi Muhammad SAW telah bersabda, Allah SWT juga telah berfirman, tentang keuntungan Ibu yang menyusui hingga dua tahun.

Setelah 40 tahun melakukan penelitian tahun 2011 lalu dunia mengatakan bahwa menyusui juga untuk kebaikan ibunya juga.

“Ibu yang menyusui akan terhindar dari kanker payudara, kanker rahim, diabetes, setruk, jantung koloner, rematik, keropos tulang, obesitas bahkan akan terhindar dari pikun,” jelas dr. Utami dalam seminar Standar Emas Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (21/12/2016).

Sedangkan bagi anak, lanjut dr Utami, ASI punya manfaat yang luar biasa, anak pun akan terhindar dari kanker darah, leukimia, kanker syaraf, kanker getah bening, anak pun akan lebih jarang radang paru-paru, demuni, diare bahkan terlindungi dari penyakit kronis menahun.

“Anak pun akan lebih pandai. Yang terakhir 3 penelitian dari Amerika, Inggris dan Australia bahwa pemberian ASI berdampak pada kesehatan mental anak dan remaja,” tambah dr Utami.

Dikatakan dr. Utami, tiga penelitian dari Amerika, Inggris dan Australia bahwa pemberian ASI berdampak pada kesehatan mental anak dan remaja.

“Anak yang diberikan ASI selama dua tahun Insya Allah akan lebih dekat ke Allah, ini yang jarang diketahui, anak pun akan terhindar dari sifat-sifat yang jahat seperti menarik diri, gelisah, autisme, jahat gangguan perhatian, gangguan sosialiasi, gangguan pikiran, agrsif dan berbagai sifat buruk yang terlihat saat ini dilapangan,” tutup dr Utami.

Reporter : Yopi Setyabudi
Editor : Dicky Zulkifly