Purwakarta Punya Pengcab Esport Indonesia

Ilustrasi

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Tidak hanya olahraga konvensional, perkembangan olahraga elektronik atau e-sport di Indonesia sudah tidak bisa dielakkan. Sejauh ini, sejumlah tim e-sports di Indonesia telah melenggang di kejuaraan nasional hingga internasional, dengan meraih prestasi yang cukup membanggakan.

Tak mau ketinggalan tren diatas, sekumpulan anak muda di Kabupaten Purwakarta turut mewarnai perkembangan olahraga para gamer tersebut dengan membentuk Pengurus Cabang (Pengcab) Esport Indonesia Kabupaten Purwakarta.

“Kepengurusan sudah terbentuk sejak awal Agustus lalu, dengan Ketua Pengcab Dindin Ibrahim Mulyana, Sekretaris Nana Suryana dan Bendahara Astri Novitasari. Berikut pembina pengcab, jumlah pengurus sebanyak 21 orang,” kata Ketua Harian Pengcab Esport Kabupaten Purwakarta, R Ariyanto, Selasa (11/8/2020).

Menurutnya, karena dianggap masih terbilang baru, pria yang kerap disapa Kang Sastro itu mengakui dalam olahraga ini masih ada banyak hal yang kurang dari segi pengelolaan, salahsatunya soal regulasi.

Namun demikian, hal itu tidak menyurutkan niat Pengcab Purwakarta untuk terus mengembangkan olahraga ini agar bisa berperan aktif dalam membawa generasi muda di Purwakarta ke arah yang lebih positif.

“Segera kita bahas program-program kerja organisasi dan pelaksanaan event-event esport di Purwakarta dan berkoordinasi dengan para pihak terkait. Kami ingin menegaskan bahwa esport bisa mewarnai khazanah olahraga di Purwakarta. Kita juga akan berupaya untuk membentuk tim yang solid dari Purwakarta hingga bisa berprestasi diberbagai turnamen,” kata Kang Sastro.

Lebih jauh ia juga mengatakan, dalam waktu dekat ini, dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75, pihaknya juga telah mengajukan permohonan penyelenggaraan turnamen mobile legends tingkat desa pada beberapa wilayah di Purwakarta.

Diantaranya, desa pangkalan, sukamanah, cileunca, kertasari, cipeundeuy, pasanggrahan dan sindangpanon. Untuk desa pangkalan sudah fix, kalo desa-desa yang lain baru perencanaan, pihaknya melihat dahulu perkembangan pandemi dan instruksi pemerintah tentang kegiatan ramai-ramai.

“Sementara, untuk divisi free fire, sudah ada event kerjasama dengan indomaret yang akan digelar akhir bulan sepetember dengan total hadiah Rp10 juta. Event ini juga, termasuk didalamnya ada acara sosial pembagian roti dan snack ke yayasan yatim piatu. Segera menyusul dalam perencanaan juga turnamen PUBG,” demikian Kang Sastro.(rls)