Pendidikan

Peringatan Isra Miraj SDIT An-Najah, Didik Milenial Berakhlakulkarimah

×

Peringatan Isra Miraj SDIT An-Najah, Didik Milenial Berakhlakulkarimah

Sebarkan artikel ini

Foto : Peringatan Isra Miraj SDIT An-Najah, Didik Milenial Berakhlakulkarimah

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Peringatan Hari Besar Islam Isra Miraj 1440 H di SDIT An-Najah berlangsung meriah dengan rangkaian acara positif serta dihadiri para tamu undangan dan tokoh masyarakat setempat.

Kepala Sekolah SDIT An-Najah, Ayi Muhammad Amin mengatakan, sbanyak 200 orang tamu undangan dari orang tua murid, dan 50 orang para tamu undangan hadir dalam acara sekolahnya.

Baca Juga  Disdik Purwakarta Raih 3 Penghargaan di Jambore GTK Hebat 2024

“Dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI), banyak penampilan dari siswa siswi yang sangat menarik dan luar biasa, seperti penampilan nasyid dari kelas 1 dan 2, qasidah, puisi islami, penampilan fashion show, Tahfidzul Qur’an, marawis, kreasi seni islami Serta penampilan pidato dr siswa kelas 1,” ujar Ayi.

Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sekolah SDIT An-Najah, Sabtu (30/3/2018). Hadir Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Purwanto, perwakilan kepala sekolah se-Kecamatan Purwakarta, Ketua STIE Dr KHEZ Muttaqien yang diwakili oleh Dean Subhan Saleh, serta kepala SMAN 2 Purwakarta Ncah dan para tokoh-tokoh agama.

Baca Juga  UBP Karawang Gelar Silaturahmi Bersama Wali Calon Mahasiswa Baru

Ayi mengungkapkan, tujuan sekolah mengadakan kegiatan PHBI Isra Miraj yakni mewujudkan kreatifitas muda mudi menuju generasi milenial yang berakhlakul karimah, dan memiliki tujuan untuk menjunjung tinggi silaturahim.

“Untuk menanamkan jiwa sosial, menggali potensi siswa siswi SDIT An-Najah,” katanya.

Kadisdik Purwakarta Purwanto mengatakan, pentingnya memperingati hari besar Isra Miraj kepada anak anak sekolah dasar.

Baca Juga  SMAN 1 Purwakarta Punya TV dan Radio

“Peristiwa atau momentum penting dalam sejarah kelahiran Islam ini sangat penting untuk dikenalkan kepada anak-anak agar mereka tahu perjalanan Rosulullah itu bagaimana bisa menembus Sidratul Muntaha, menerima perintah shalat,” kata Kadisdik.(nto/dik)