Pihak SDN 3 Sukamukti Penuhi Panggilan BKPSDM Purwakarta

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Pihak SDN 3 Sukamukti, Kecamatan Maniis akhirnya memenuhi undangan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Purwakarta, Rabu (3/2/2021).

Pihak sekolah hadir didampingi Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Maniis.

Kedatangan mereka untuk mengklarifikasi informasi terkait ketidakhadiran beberapa guru termasuk kepala sekolah saat jam kerja Selasa (2/2/2021) kemarin ketika Kepala BKPSDM Purwakarta Asep Supriatna menyambangi sekolah tersebut.

Sekitar satu jam lebih, ketiganya diterima Asep. Setelahnya, mereka ditemui Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan, Usep Sutisna dan Kepala Sub Bidang Pembinaan Devi Novianti untuk mengklarifikasi lebih jauh.

Asep memberikan keterangan terkait kejadian kemarin menurut pihak sekolah. Bahwa pihak sekolah sendiri pada saat kejadian memang beberapa di antaranya sedang tidak ada ditempat karena beberapa alasan.

“Kepala sekolah sendiri memang sedang sakit. Tadi ke sini jalannya nampak berat, kakinya kelihatan bengkak. Beliau sakit sudah lama. Kita perlu maklum itu,” ujar Asep.

Sementara Lina Sulastri, guru kelas empat SDN 3 Sukamukti saat kemarin mewakili sekolah rapat koordinasi dengan Korwil Disdik kecamatan Maniis.

Menurut Asep, pernyataan Lina ini diperkuat Koorwil Disdik Kecamatan Maniis yang turut mendampingi pihak sekolah.

Terkait pernyataan dua siswa yang mengaku jika selama ini pembelajaran daring dan luring tidak dilakukan di sekolahnya, hal itu dibantah pihak sekolah.

Menurut Asep, sesuai klarifikasi pihak sekolah, bahwa selama ini proses pembelajaran jarak jauh dan guru nguriling telah dijalankan.

Adapun, untuk siswa kelas empat yang kebetulan ditanyai Asep kemarin, memang siswa tersebut jarang mengikuti pembelajaran.

Sementara siswa kelas dua yang ditanyainya, selama ini dikenal manja dan menganggap belajar di rumah selama pandemi, bukan termasuk belajar seperti di sekolah dengan menggunakan seragam.

“Jadi yang kelas empat itu, anaknya pernah enggak naik kelas, terkenal kurang dalam prestasi. Dan yang kelas dua yang kemaren saya tanya itu, kata gurunya manja. Karena memang masih kecil ya. Jadi setiap belajar itu harus bareng mamahnya. Kalau mamahnya enggak ada waktu untuk belajar kelompok atau guru pas gurling, ya enggak belajar. Harus sama mamahnya,”  ujar Asep.

Lebih jauh, Asep menegaskan kejadian ini harus menjadi perhatian bagi siapapun ASN termasuk tenaga pendidik yang saat ini menjadi perhatian publik.

“Kalau menemui anak didik seperti itu, harus seperti apa menghadapinya. Tentu ini lebih kepada metodologi pembelajaran. Supaya kedepan tetap proses pembelajaran jarak jauh efektif selama masa pandemi ini,” ujar Asep.

Setelah menerima klarifikasi dari pihak sekolah, BKPSDM melalui sub bidang pembinaan selanjutnya membuat berita acara dan menyatakan kejadian ini selesai dengan beberapa catatan bagi yang bersangkutan dan bisa menjadi perhatian bagi ASN yang lain.

Sementara itu ditemui terpisah, Kepala Dinas Lendidikan Purwakarta, Purwanto mengapresiasi dan menyampaikan terimakasih kepada BKPSDM karena mempunyai perhatian pada upaya pembinaan pegawai khususnya guru-guru di masa pandemi.

“Kita apresiasi langkah BKPSDM, dan kita juga siap memberikan sanksi yang tegas bilamana benar ada guru yang tidak melaksanakan tugas mengajar pada masa pandemi ini,” ucap Purwanto.(dik)