Pilkades Cianting Dihuni Pertarungan Lama

Panitia-pilkades-cianting.jpg

Foto : Panitia Pilkades Cianting Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta tahun 2017.

PURWAKARTA, headlinejabar.com

Meski hanya sebatas pemilihan kepala desa (pilkades), namun hajat politik terendah ini menarik untuk diperbincangkan. Mulai dari tingkat kerawanan konflik antar massa pendukung, sampai pertarungan ‘dendam’ politik lama.

Pelaksanaan pilkades serentak di Desa Cinating misalnya. Salah satu desa di Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta ini menggelar pilkades dengan enam desa lain. Faktanya, hampir satu dekade ini, Pilkades Cianting dihuni oleh dua calon yang sama.

“Hasil pengundian nomor dan penetapan calon, ditetapkan calon nomor satu, Engkos Koswara (incumbent) dan calon nomor dua, Taufik Martin,” kata Ketua Panitia Pilkades Cianting Acep Zaini Nurdin, saat ditemui Rabu (8/11/2017).

Yang mana keduanya sempat bertarung memperebutkan kursi Cianting satu pada pilkades enam tahun silam. Saat itu Engkos terpilih sebagai Kepala Desa Cianting. Dan saat ini, Engkos berikut Taufik kembali bertarung dengan ‘dendam’ politik lama di Pilkades Cianting yang akan digelar 7 Desember 2017 mendatang.

“Ya pelaksanaan pilkadesnya pada 7 Desember 2017. Sejauh ini persiapan sudah sudah memasuki 70 persen. Mudah-mudahan aman, terkendali, dan kondusif sampai pemungutan suara,” terangAcep.

Panitia mendata, terdapat pengurangan jumlah hak pilih dalam daftar pemilih tetap (DPT). Yang awalnya 5.434 pemilih (pada pilkades 2011), kini berkurang jadi 4.911 hak pilih di pilkades 2017 saat ini.

Acep mengonfirmasi anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaan pilkades sebesar Rp81 juta, per satu pemilih membutuhkan anggaran sebesar Rp15.000. Teknis pilkades di Cianting, tempat pemungutan suara (TPS) akan disebar di tiga wilayah.

“Sampai saat ini anggaran pilkades yang kami usulkan belum kunjung cair. Sementara segala kebutuhan tahapan pilkades memakai dana talangan pihak panitia,” tutup dia.

EDITOR : DICKY ZULKIFLY